Jerman Nyatakan Firefox 3.6 Rentan Virus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Open Source vs IE di Jerman

    Open Source vs IE di Jerman

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Badan Kemanan Komputer Federal Jerman merekomendasikan perusahaan tak menggunakan browser Mozilla Firefox karena dinilai rentan terhadap serangan virus. Peringatan disampaikan sejak Jumat  lalu oleh Buerger-CERT, sebuah Kantor Federal untuk Keamanan dalam Teknologi Informasi, atau BSI Jerman.

    "Buerger-CERT merekomendasikan penggunaan [yang] browser alternatif sampai Mozilla merilis Firefox versi 3.6.2," begitu bunyi peringatan yang dikutip dari TechWorld.

    Peringatan Buerger-CERT dipicu konfirmasi Mozilla Firefox Kamis lalu mengenai kerentanan versi 3.6  yang bisa digunakan menyerang Windows PC. Mozilla berencana memperbarui Firefox 3,6 sebelum 30 Maret.

    Peneliti Rusia Rusia Evgeny Legerov pada Februari menyatakan alasan mengenai kerentanan tersebut. Legerov semula menolak memberikan bukti dari klaim atas Mozilla. Mozilla yang semula bungkam, menyatakan telah memperoleh informasi cukup dari Legerov mengenai temuannya.

    Buerger belum mau merekomendasikan pindah browser. Dua bulan lalu, para agen meminta penggunaan Internet Explorer  setelah Microsoft mengakui tak ada kerentanan dari browser.

    Baik Mozilla dan Buerger-CERT mencatat pengguna dapat meng-upgrade Firefox versi beta 3.6.2, yang meliputi patch, dengan men-download ke server FTP Mozilla. Pengguna diminta meng-upgrade Firefox 3.6.2 Beta selambat-lambatnya tiga pekan terakhir ini.

    Jerman merupakan negara pengguna browser Mozilla terbesar. Pada Februari tahun lalu, berdasarkan konsultan Firma Fittkau and Maass, seluruh open source menguasai 45.6 persen pasar di Jerman, unggul atas Internet Explorer dengan 44.4 persen. Opera, Chrome, Safari dan lainnya hanya mendapatkan 9.5 persen pasar open source.

    Firefox 3, termasuk versi 3.5 digunakan hampir 44.2 persen pengguna internet di Jerman, hampir menyamai penggunaan versi Internet Explorer.

    PURW | BERBAGAI SUMBER


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?