Operasi Trakea Berbasis Sel pada Anak 10 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • .

    .

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ilmuwan dan dokter bedah University College London telah melakukan operasi revolusioner dalam membangun jalan udara di dalam tubuh pada anak umur 10 tahun. Mereka menggunakan sel induk trakea baru untuk menggantikan jaringan trakea yang rusak.

    "Karya Profesor Macchiarini bersama dengan tim UCL telah menyelamatkan kehidupan dua orang dewasa dan satu anak,” kata Martin Elliot, Guru Besar Bedah Jantung dan Direktur Layanan trakea GOSH di UCL. “Kami telah menunjukkan bahwa sel induk berbasis perawatan, dapat menyelamatkan jiwa dan dapat digunakan dalam menciptakan struktur hidup yang menarik atas tubuh sendiri mekanisme penyembuhan alami untuk dukungan mereka."

    Operasi dengan cara ini pada anak 10 tahun merupakan yang pertama di dunia.  Operasi melibatkan ilmuwan dan dokter rumah sakit bersama rekan-rekannya di Eropa untuk mengobati anak lelaki 10 tahun asal Inggris. Anak laki-laki, yang belum punya nama ini, sudah mulai pulih dari operasi, kondisinya stabil, dan bernapas tanpa bantuan.

    Ia dilahirkan dengan kondisi langka yang disebut Long Segmen Stenosis trakea - tenggorokan kecil tidak tumbuh dan membatasi penapasan.  Tak lama setelah lahir, ia menjalani transplantasi trakea konvensional di Great Ormond Street Hospital for Children (GOSH).

    Kondisinya memburuk November lalu. Stent logam yang ditanam dalam operasi mulai menusuk aorta, ujung arteri, mengakibatkan pendarahan hebat.

    Ilmuwan dan ahli bedah di UCL, GOSH, Royal Free Hampstead NHS Trust, dan Careggi University Hospital di Florence, Italia, mengembangkan teknik pengobatan dalam kondisi yang mengancam nyawa. Mereka menanggalkan sel-sel dari sumbangan trakea, dan menggantikan seluruh saluran yang rusak. Induk sel sunsum tulang anak digunakan sebagai penutup jalan napas di dalam tubuh.

    Dr Mark Lowdell, Direktur terapi sel di Royal Free Hospital dan dosen senior di UCL Medical School, menerima donor trakea dari Italia dan beberapa tulang sumsum dari pasien pada awal operasi. Dia dan rekan-rekannya menyiapkan dua jenis sel induk dari sumsum tulang dan beberapa bahan kimia sinyal pertumbuhan.

    Profesor Paolo Macchiarini, dari Careggi University Hospital, merupakan konsultan profesor kehormatan GOSH di UCL. Ia meletakkan sel-sel dan sinyal pertumbuhan ke trakea saat operasi.

    Martin Elliot, Guru Besar Bedah Jantung dan Direktur Layanan trakea GOSH di UCL, memimpin operasi, perbaikan aorta yang rusak dan penanaman trakea baru.

    Penerapan teknologi ini - yang tidak pernah digunakan pada anak sebelumnya - harus sangat mengurangi risiko penolakan trakea baru, seperti sel batang tak merespon kekebalan apapun.

    Profesor Martin Birchall, seorang ahli bedah kepala dan leher memimpin etika dan peraturan persetujuan. Profesor Birchall dan Profesor Macchiarini dua tahun lalu pernah melakukan operasi transplantasi berbasis sel induk pada organ pasien dewasa.

    Birchall tahun lalu mengembangkan program penelitian dengan Profesor Elliott meliputi, misalnya, penyerapan stent (tabung pendukung) pada pasien 10-tahun. Profesor Birchall mengumpulkan anggota tim menjadi unit fungsional yang mampu memasang implan sel batang secepat mungkin.

    SCIENCEDAILY | PURW


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?