Bagi yang Sudah Inden iPad, Sabtu Ini Terima Barang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • iPad ditampilkan setelah diresmikan di Moscone Center di San Francisco, Rabu, Januari 27, 2010. AP Photo/Marcio Jose Sanchez

    iPad ditampilkan setelah diresmikan di Moscone Center di San Francisco, Rabu, Januari 27, 2010. AP Photo/Marcio Jose Sanchez

    TEMPO Interaktif, California - Komputer tablet iPad dipastikan akan menyesaki rak-rak toko Amerika, pada hari Sabtu. Tapi para penggemar produk Apple yang sudah menetes air liurnya, menginginkan piranti layar sentuh baru ini bisa dikirim langsung kepada mereka tanpa harus menunggu seminggu lagi.

     

    Perusahaan telah mengambil permintaan langsung dari konsumen yang inden iPad, pada 12 Maret. Apple menjanjikan pembeli yang telah bersemangat untuk mendapatkan perangkat ini sudah bisa menyentuh barang ajaib besutan Steve Job pada tanggal peluncuran di toko, yakni 3 April mendatang.

    Pelanggan yang mulai inden sejak 27 Maret akan menerima perangkat yang paling ditunggu-tunggu ini pada tanggal tersebut, di mana tersedia pula di toko-toko. Tapi, Apple mengatakan, jika inden pada hari Minggu maka tidak akan dikirimkan sampai ke tujuan hingga tanggal 12 April.

    Cupertino, California, memutuskan berbeda. Perusahaan itu menunda pengiriman dan menolak untuk memberikan alasan. Tapi, Cupertino mengatakan, calon pelanggan masih dapat memesan iPad di toko yang mulai dipajang pada tanggal 3 April, atau langsung membeli perangkat itu di toko-toko pada hari yang sama.

    iPad dijual melalui jaringan Wi-Fi dan harganya mencapai US$499 (sekitar Rp 4,5 juta), US$ 599 atau US$ 699, tergantung pada kapasitas penyimpanan data.

    Versi yang juga dapat melakukan koneksi ke karingan seluler "3G" diharapkan mulai dijual di akhir April sebesar US$ 629, US$ 729, atau US$ 829. Penjualan secara internasional direncanakan nanti pada bulan April.

    DIGITAL KORPORAT| NUR HARYANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.