LIPI Uji Coba Pengolah Air Banjir Menjadi Layak Minum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penduduk membawa galon air minum di Gonaives, Haiti yang banjir akibat dilanda badai. Foto: AFP/Yuri Cortez

    Seorang penduduk membawa galon air minum di Gonaives, Haiti yang banjir akibat dilanda badai. Foto: AFP/Yuri Cortez

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia besok akan mencoba mengolah air banjir menjadi air layak minum dengan kapasitas 10 liter per menit. Peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI Perdamean Sebayang mengatakan alat penyaring air ini memiliki kelebihan dalam kecepatan memproses dengan peningkatan penyaringnya.

    “Kami menambahkan tekanan sehingga meskipun alat penyaring ditambah, prosesnya tetap cepat,” kata Peramean ketika dihubungi hari ini. “Biaya pembuatan alat juga lebih murah dibadingkan alat yang ada.”

    Alat yang dibuat Perdamean berukuran sekitar 1 meterX1.5 meter dan tinggi 1 meter.  Sekitar 40 persen air kotor yang masuk diproses. Alat secara langsung membuang kotoran tertambat pada penjaring. Sehingga,  kata dia, alat bisa memproduksi air bersih lebih banyak.

    Air banjir, kata dia, bisa layak konsumsi apabila berbagai polutan di dalamnya sudah dihilangkan. Alat yang digunakannya berisi penyaring kotoran, seperti lumpur, dan penyaring lain, termasuk bakteri.

    Alat ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air bersih, terutama pada saat terjadi banjir. Kekeruangan air bersih bisa mengakibatkan kerawanan kesehatan dan sosial berdasarkan kondisi jumlah penduduk dan distribusi air bersih.

    Namun, kata Perdamean, sebelum dikonsumsi, air bersih hasil penyaringan masih harus melalui serangkaian tes. Tes ini bertujuan untuk memastikan air sudah bebas dari limbah berbahaya dan beracun.

    purw


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.