Nikon Kembali Luncurkan Coolpix

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • .

    .

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Hampir setahun setelah memperkenalkan superzoom Coolpix P90, Nikon kembali dengan kamera seri P100. Kamera ini mengusung 26x optikal zoom dengan rentang fokal 26-678mm.

    Nikon Coolpix P100 menurunkan resolusi menjadi 10,3 megapixels dari superzoom Coolpix P90 12,1 megapixels. P100 menggunakan perangkat backside illumination (BSI) CMOS yang memiliki sensor lebih besar.

    Program BSI melibatkan penempatan sensor cahaya untuk setiap pixel pada sisi belakang wafer seluruh sensor, bukan dari sisi depan bersama dengan sirkuit lain. Sensor sirkuit akan meningkatkan efisiensi sensor (mengirimkan sinyal terhadap rasio kebisingan), karena lebih sedikit cahaya tersebar sebelum mencapai sensor gambar.

    Terdapat perbaikan pada P100, termasuk dua kali lipat resolusi monitor LCD hingga 3,0 inci. Sementara, tingkat pengambilan gambar secara terus menerus dapat mencapai 10 frame per detik (fps) pada resolusi penuh, dan kemampuan rekam video sekitar 1080p HD video pada 30 frame per detik (fps).

    Didalamnya terdapat sekitar 43 MB memori internal dan kamera menggunakan SD/SDHC, namun tidak kompatibel dengan MultiMedia Card. Termasuk didalamnya, baterai dan charger, USB dan V kabel, tali kamera, penutup lensa, dan software CD-ROM. P100 dalam kelas ultrazoom memang dikonfigurasi sebagai DSLR mini.

    Tata letak keseluruhan kontrol sangat sederhana dan mudah. Ada empat menu utama yang dapat diakses melalui tombol menu. Jika tidak ada gambar atau video yang diambil pada kedua memori internal kamera atau memori media, menu pemutaran tidak tersedia.

    Sementara, menu pengambilan gambar meliputi pengaturan seperti: ukuran, white balance, dan sensitivitas ISO, bersama dengan pengaturan kamera seperti bracketing exposure, pengambilan gambar kontinyu atau tingkat pengambilan gambar tunggal, pengurangan kebisingan, dan mode AF area fokus. Kontrol distorsi dan aktif D-fitur pencahayaan juga terletak di menu shooting.

    Seperti kamera lain pada kelas ini, mode pemotretan memiliki penakanan pada scene mode otomatis dan pra-progam. Selain itu, P100 memiliki beberapa mode menarik: pelacakan subjek, backlit, serta kegiatan olahraga dengan mode pemotretan secara terus menerus.

    Monitor LCD 3,0 inci telah diupgrade ke 460.000 titik komposisi dan dapat disesuaikan untuk lima tingkat kecerahan. Hal ini dapat diartikulasikan ke sekitar 160 derajat gerak di sepanjang sumbu horisontal bila berada jauh dari bodi kamera.

    Jendela bidik elektroniknya memiliki 230.000 titik komposisi dan menawarkan penyesuaian diopter untuk variasi penglihatan. Cakupannya  adalah sekitar 97% untuk menangkap gambar dan 100% untuk pemutaran.

    Kualitas video P100 cukup baik. Karena kamera ini menggunakan sensor CMOS, dengan kemungkinan terdapat efek rolling shutter dan mengakibatkan distorsi objek vertikal ketika panning kamera. Dalam hal panning, keculai kecepatan dan gerakan yang terlalu tinggi, P100 tidak cukup baik dengan rana yang berjalan seperti itu.

    Ada dua pilihan auto fokus untuk merekam video, AF tunggal yang mengunci
    fokus berdasarkan layar tengah saat rekam film, dan AF full-time. Kamera dapat diperbesar selama perekaman tetapi tidak akan fokus.

    Nikon kembali ke pasar superzoom merupakan hal yang mengejutkan, setelah belum genap setahun merilis P90. Pesaing-nya pada kamera digital kompak seperti Sony telah hadir sejak September 2009 berkemampuan sensor BSI, begitupula Fuji dengan Superzoom 30x.

    TOMMY | PRU | Digitalcamerareview


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?