Robot Pemadam Api Indonesia Terbang ke Amerika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung - Robot-robot pemadam api buatan mahasiswa Indonesia akan bertarung di ajang Intelligent Fire-Fighting Robot Contest yang digelar Trinity College, Hartford Connecticut, pada 10-11 April nanti. Dua dari tiga tim wakil Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Komputer Indonesia, kemarin bertolak ke Amerika.

    Tim The Power of Dream Teknik Elektro ITB memberangkatkan Adi Ichwan Kurniawan, Ardya Dipta, Syawaludin Rachmatullah, dan dosen pembimbing Prof. Dr. Bambang Riyanto. Mereka membawa robot bernama Hexapod. Seperti namanya robot berkaki enam-- seperti laba-laba -- setinggi tiga sentimeter itu akan beradu di kategori robot berkaki.

    Menurut ketua tim, Doddy Suhendra, misi setiap robot cerdas yang berjalan sendiri tanpa kendali orang itu adalah memadamkan api. Arena lomba berbentuk kotak labirin berukuran 2,5 x 2,5 meter. Robot ITB akan menjalani misi pemadaman api di sebatang lilin setinggi 20 cm dengan kipas kecil di tubuh robot. "Dia harus bisa navigasi sendiri mencari api," kata Doddy, Rabu (7/4).

    Selain kecepatan robot sampai kembali ke titik semula, penilaian misi diantaranya kemampuan robot melewati rintangan anak tangga, lantai miring, dan tak menabrak dinding labirin. Tim juara pertama di Kontes Robot Nasional 2009 itu menargetkan bisa menyelesaikan misi kurang dari 2 menit. "Tapi tergantung jarak lilin dengan titik awal robot," Doddy menuturkan.

    Sedangkan tim Unikom akan turun di dua kategori, yaitu robot beroda dan robot berkaki. Menurut dosen pembimbing Taufiq Nuzwir Nizar, mereka memakai empat robot utama dan cadangan bernama DU-114, DU-114 I10, DU-116, dan Next-116.

    Tim peraih medali emas dalam kompetisi robot internasional di San Francisco pada 2009 itu memberangkatkan Rodi Hartono dan 3 dosen. Dari hasil lomba-lomba sebelumnya, tim Unikom ini terus memperbaiki kecepatan robot.

    Dalam kontes robot tersebut, kata dia, Indonesia diwakili tiga tim dari ITB, Unikom, dan Universitas Negeri Surabaya.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?