Telkom - Microsof Membidik Pasar UKM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk bersama PT Microsoft Indonesia menawarkan layanan berbasis cloud computing. Kolaborasi kedua perusahaan ini membidik pasar usaha kecil menengah yang masih potensial. Penandatangan dilakukan oleh Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia Sutanto Hartono dan Direktur IT dan Supply PT Telkom Tbk Indra Utoyo.

    Dalam kerjasama ini, kedua perusahaan sepakat mengembangkan bisnis ini dari layanan infrastruktur, platform, bahkan piranti lunak. "Jadi tidak hanya jualan konektivitas saja tapi juga aplikasi untuk meningkatkan produktivitas," Indra menjelaskan seusai penandatangan kerjasama di Hotel Shangri-La, Rabu (7/4).

    Cloud Computing merupakan moda komputasi yang menjadikan teknologi informasi sebagai suatu layanan. Layanan ini menempatkan informasi tersimpan secara permanen dalam server di internet dimana pengguna bisa mengakses melalui desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld,  dan piranti lain.

    Indra mengatakan data center tetap berada di Telkom namun kostumisasi dan penerapan teknologi dilakukan bersama PT Infinys System Indonesia. Dalam acara itu, perusahaan ini mendemonstrasikan layanan office communication server.

    Layanan mereka akan ditujukan usaha kecil menengah. Alasannya, jumlah unit usaha mereka mencapai 520 ribu. AVP Business Solution PT Telkom Tbk Natal Iman Ginting mencontohkan bisnis enterprise di Indonesia. Jumlah unit usahanya mencapai 6.800 dan hanya 25 persennya sajua yang menggunakan teknologi informatika. "Masih terkendala belanja modal, sumber daya manusia, dan instalasi," dia menuturkan.

    Secara global, pertumbuhan ekonomi berbasis internet diperkirakan akan melonjak tiga kali lipat dalam dua tahun mendatang. Dengan angka lonjakan sama, belanja IT berbasis internet hanya perlu waktu tiga tahun dari US$ 42 miliar di 2010. Adapun layanan IT berbasis internet baru delapan persen.

    Telkom menargetkan 1.000 UKM bisa menggunakan layanannya itu pada tahun ini. Mereka membandrol layanan server virtual mulai harga Rp 500 ribu per bulan dan office communication center dengan Rp 15 ribu-20 ribu per pemakai per bulan.

    Atas kerja sama ini, Presiden Microsoft Asia Pasific Emilio Umeoka mengatakan transformasi teknologi informasi global salah satunya mengarah pada solusi cloud computing. Umeoka mengatakan potensi Indonesia cukup besar untuk penetrasi teknologi ini. Kerjasama kedua perusahaan ini merupakan salah satu langkah signifikan.

    "Kerjasama ini merupakan langkah utama untuk Indonesia," Umeoka berujar. Teknologi ini akan memberikan keuntungan bagi kalangan pebisnis, dengan pengurangan belanja modal. Konsumen bisa memilih layanan sesuai kebutuhan.

    Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia Sutanto Hartono mengklaim solusi cloud computing ini memiliki jangkauan global, komperehensif dan aman. Ia menawarkan Microsoft Exchange dan Office communication server Hosted sebagai solusi. "Ini untuk membantu UKM mengadopsi teknologi dengan biaya terjangkau dan terencana." Sutanto menerangkan.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.