Baru, Unsur Kimia Tak Stabil 117

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unsur 117

    Unsur 117

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim Fisika Internasional telah menghasilkan unsur atom – sekilas—dalam suatu pukulan keras di Rusia. Temuan ini menambah panjang tabel periodik unsur di luar Uranium, yang masih belum disepakati. Unsur baru itu diberi nama -- tidak resmi--Unsur 117. 
    Unsur 117 merupakan unsur kelima baru yang ditemukan ilmuwan di sepuluh tahun terakhir. 

    Secara bersama-sama, "Unsur-unsur baru ini memperluas pemahaman kita tentang alam semesta dan memberikan tes penting dari teori nuklir," kata Fisikawan Vanderbilt University Joe Hamilton dalam sebuah pernyataan. Dr Hamilton merupakan anggota tim.

    Meskipun elemen bebas secara luas dianggap "buatan" atau muncul hanya di laboratorium, namun beberapa peneliti mengatakan kejadian langka mungkin terjadi di alam.  Seperti kejadian sekilas oleh kejadian supernova atau ledakan bintang besar. 

    Penemuan unsur-unsur baru memiliki sejarah  panjang. Tetapi pada awal abad ke-20, ilmuwan mulai menggali jauh ke dalam sifat atom, unsur-unsur baru semakin banyak muncul di laboratorium. Peneliti mengenal unsur yang dibombardir dengan neutron atau proton-neutron itu sebagai campuran partikel alpha - produk peluruhan radioaktif.

    Pencarian ini didorong keinginan para fisikawan nuklir menemukan satu unsur stabil dari proses laboratorium. Berdasarkan teori unsur memiliki kestabilan dengan batasan tertentu yang disebut pulau kestabilan. Sehingga unsur dari proses nuklir di laboratorium perlu lebih stabil.

    Gagasan tentang sebuah pulau stabilitas pertama kali diusulkan pada 1960-an. Tapi  "sepuluh tahun yang lalu, banyak orang berpikir bidang ini sudah berakhir," kata James Roberto, seorang fisikawan di Oak Ridge National Laboratory di Oak Ridge, Tenn. Akibatnya, katanya, para ilmuwan berpikir mereka telah kehabisan semua teknik penghasil unsur baru yang meyakinkan.

    Semua berubah ketika peneliti mendapat akses menuju cyclotron yang kuat di Joint Institute for Nuclear Research Rusia di Dubna sebagai pelempar ion berat ke target. Pada akhirnya, peneliti Yuri Oganessian membentu ‘proyektil’ atomik baru– ion berat calsium– untuk menembak target dibuat dari unsur berat lain.

    Dalam kasus terbaru, target dibuat dari unsur radioaktif Berkelium. Unsur ini dibuat Oak Ridge National Laboratory lebih dari setahun untuk memproses dan memurnikan Berkalium sebagai target cyclorotron. Peneliti cyclotron di Dubna kemudian menembakkan balok ion calsium ke target selama 150 hari. Proses ini membentuk enam unsur 117.

    Atom terbentuk dalam waktu antara 21 dan 45 per juta detik. Menjadi tak stabil, mereka membuat atom tampak sebagai rantai unsur rusak 117. Tapi bukti ini sudah cukup untuk mengumumkan suatu “penemuan”.

    Kemudian, tim ini meletakkan unsur ini pada deret terakhir tabel periodek – lokasi kosong antara elemn 116 dan 118. Dan ini dekat dengan petunjuk temuan baru dengan kombinasi proyektil dan target guna menciptakan unsur 119 dan 120.

    Dr. Roberto menegaskan saat ini tim siap-siap menyelidiki unsur kimia 117. Hasil tim ini diterima untuk dipublikasikan dalam journal Physical Review Letters.

    PURW | CSM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?