Hati-hati Virus Menghantui Windows Mobile

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, London - Ahli keamanan memperingatkan pengguna Windows Mobile dalam telepon genggamnya untuk berhati-hati kalau mengunggah game ke perangkat mereka. Peringatan ini karena dikhawatirkan akan muncul permainan yang diunggah peretas dengan berbahasa Rusia yang telah mengunggah versi permainan tertentu dengan program jahat Trojan.

    Konsultan teknologi senior Sophos Graham Cluley menulis di blog-nya bahwa sejumlah pengguna Windows Mobile yang melaporkan bahwa mendapat efek samping yang tidak biasa saat memainkan permainan aksi 3D Anti-teroris di ponsel mereka. Pemain akan mendapat tagihan mahal karena menggunakan sambungan untuk tujuan internasional.

    Tampaknya peretas berbahasa Rusia itu telah mengambil game "3D Anti-teroris", denagn virus kuda Trojan yang sudah dibenakamkan di dalamnya. Permainan tiga dimensi ini kemudian dipasang dalam situs web.

    Mungkin mereka berharap untuk mendapat uang dari panggilan telepon harga premium itu. Sophos mendeteksi adanya malware adalah Troj /Terdial-A, dan menyarankan semua pengguna ponsel untuk berhati-hati ketika mengunggah dan menginstal aplikasi baru.

    Walaupun relatif jarang terjadi, virus ponsel ini telah lama digembar-gemborkan sebagai ancaman besar berikutnya kepada perusahaan. Menurut Cluley, penjahat telah mencoba untuk menghasilkan uang dari malware mobile selama enam tahun terakhir.

    Misalnya, pada tahun 2004 kembali muncul Mosqit Trojan yang dapat menginfeksi ponsel Nokia yang menjalankan Symbian, sehingga memaksa ponsel yang terpengaruh untuk mengirim pesan teks ke nomor premium. Seperti laporan terbaru ini, para peretas Trojan menyembunyikan mereka di dalam permainan ponsel dalam versi yang sudah di-crack.

    V3.CO.UK| NUR HARYANTO





     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.