Tombol Panik di Facebook Untuk Melindungi Anak dari Penjahat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, London - Facebook telah meluncurkan situs pengubahan internal yang dirancang untuk membantu orang tetap aman dan melaporkan ancaman saat online.

    Pusat Keselamatan Facebook, memiliki alat keamanan baru bagi orangtua, guru, remaja dan penegak hukum. Ini merupakan langkah besar pertama dari situs jejaring sosial dan dewan penasehat keamanan global yang berusia empat bulan.

    Perusahaan ini meluncurkan Pusat Keselamatan sehari setelah pertemuan para pejabat perlindungan anak di Inggris, yang telah mendorong perusahaan itu untuk menginstal tombol "panik" di situs. Hal ini dianggap mendesak setelah adanya penculikan dan pembunuhan oleh remaja laki-laki yang ditemuinya di Facebook.

    Pusat Perlindungan Online Anak dan Eksploitasi (CEOP), menginginkan Facebook menginstal jalur keamanan pada halaman profil pengguna di Inggris yang akan membawa mereka ke situs keamanan CEOP, yang telah dirancang untuk membantu menangani anak-anak dari ancaman online.

    "Kami percaya bahwa tanpa pencegahan yang disediakan oleh akses yang terlihat langsung ke tombol CEOP pada setiap halaman anak-anak, maka tidak akan bisa berdaya. Orangtua tidak dapat meyakinkan dan pelaku tidak akan (bisa) dihalangi," kata Pusat Kemanan di situsnya.

    Dewan Facebook terdiri dari kelompok-kelompok keamanan internet, seperti Common Sense Media, ConnectSafely, WiredSafety, Childnet Internasional dan The Family Online Safety Institute. Beberapa fitur baru dari pusat keselamatan memasukkan lebih banyak konten untuk tetap aman, seperti berurusan dengan kekerasan secara online, portal interaktif dan desain yang sederhana.

    Kehadiran predator seksual adalah masalah bagi situs jejaring sosial dan penggunanya. Facebook, yang berbasis di Palo Alto, California, telah membantu mengidentifikasi dan mempunyai daftar akun para penjahat dunia maya itu. Pada tahun 2008 Facebook mengatakan setuju untuk membantu 49 pengacara untuk melindungi anak-anak terhadap predator internet.

    PA| NUR HARYANTO



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?