Hujan Meteor Bisa Dilihat dari Atap Rumah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung - Hujan meteor Lyrid pada Kamis (15/4) pukul 00.00 WIB ini bisa dilihat dengan mata telanjang, tidak harus menggunakan teropong, selama sekitar setengah jam. "Syaratnya hanya bisa disaksikan kalau langit cerah" kata Evan Irawan Akbar, Astronom Observatorium Bosccha, Lembang, Bandung kepada Tempo, Kamis (15/4).

    Hujan meteor ini akan terjadi selama 10 hari, dari malam ini hingga 26 April 2010. Fenomena akan terlihat jelas oleh penduduk bumi di belahan utara. Masa puncak hujan meteor, akan terjadi 21 - 22 April, saat itu, diperkirakan ada 10- 20 meteor yang muncul setiap jam.

    "Pengamatan terbaik adalah setelah bulan terbenam di bawah horizon atau lepas tengah malam dengan mencari arah utara. Carilah segitiga musim panas" ujar Evan.

    Malam ini, kata Evan, diperkirakan yang jatuh hanya sebuah tiap jam. Ia juga mengingatkan, khusus di Indonesia karena berada di Khatulistiwa, agak sulit di lihat. Ini karena posisinya dekat horison. " Jadi agak terhalang pepohonan" ujarnya.

    Peristiwa meteor jatuh ini sebenarnya pernah terjadi tahun 1982. Tercatat, ada 90 meteor per jam pada saat itu dan bahkan pernah mencapai 180- 300 per menit. Femonena juga juga pernah terjadi tahun 1922. Hujan meteor itu berasal dari lapisan es komet yang mencair ketika orbitnya dekat dengan matahari. Partikel debu, es, dan batu yang terlepas itu terbakar di atmosfir sebelum jatuh ke bumi.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?