Di Singapura, Sisik Trenggiling Disulap Jadi Sabu-sabu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Subekti

    TEMPO/Subekti

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ternyata sisik trenggiling bisa menyebabkan kecanduan. Hewan pemakan semut atau dalam bahasa latin disebut Manis javanica itu ternyata di mengandung zat aktif Tramadol HCl, yang merupakan partikel pengikat pada psikotropika jenis sabu-sabu.

    "Tramadol HCl juga merupakan zat aktif yang merupakan salah satu obat analgesik yang digunakan untuk mengatasi nyeri hebat baik akut atau kronis dan nyeri pascaoperasi," kata pakar lingkungan dan kesehatan Universitas Riau Ariful Amri, di Dumai, Sabtu, 23 April 2010.

    Berdasarkan penelitian ilmiah, tubuh trenggiling mengandung yang dapat menjaga kekebalan tubuh (antibodi) yang sangat tinggi. Hal itu menurut Amri dapat dilihat dari sisik trenggiling yang dapat melindungi tubuh binatang tak bergigi itu.

    "Jadi, percaya atau tidak, di negara asing seperti Singapura, sisik trenggiling dijual dengan harga jutaan, bahkan puluhan juta per kilogramnya. Hal itu karena ada kabar kalau di sana sisik trenggiling digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan berdosis tinggi termasuk psikotropika jenis sabu-sabu," jelas Amri.

    Ia mengatakan, banyak metode yang digunakan untuk "menyulap" sisik menjadi tablet obat psikotropika. Salah satunya adalah dengan menggunakan sistem matriks, yakni obat bercampur homogen dengan bahan matriks. Amri tak menjelaskan detail proses pembuatannya.

    Matriks etil selulosa, menurut Amri, adalah matriks yang tidak larut di dalam air dan lambat untuk bercampur dengan bahan lain. Sistem matriks merupakan sistem yang paling sederhana dan sering digunakan dalam pembuatan tablet lepas lambat.

    "Pada sisik trenggiling, kandungan matriks etil selulosa dapat dipastikan sangat tinggi, sehingga pemanfaatannya sangat luas. Dan untuk diketahui, matriks etil solulosa juga terdapat pada sabu-sabu," tutur Amri kepada Antara.

    BS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.