Robot Pemadam Api Juarai Robogames

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang mahasiswa mempersiapkan robot yang diberi nama Ce-Chax di Politeknik Negeri Jember,  Jawa Timur (16/1). Ce-Chax, yang dapat mencari titik api dan memadamkan api, akan  mengikuti Kontes Robot Cerdas Indonesia di Malang, Maret mendatang. ANTARA

    Seorang mahasiswa mempersiapkan robot yang diberi nama Ce-Chax di Politeknik Negeri Jember, Jawa Timur (16/1). Ce-Chax, yang dapat mencari titik api dan memadamkan api, akan mengikuti Kontes Robot Cerdas Indonesia di Malang, Maret mendatang. ANTARA

    TEMPO Interaktif, Bandung - Tim Robot Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung kembali menjuarai lomba "Robogames 2010" di San Mateo County Event Center, Amerika Serikat pada 24-25 April. Tim yang diawaki Yusrila Y. Kerlooza dan Rodi Hartono itu menyabet medali emas untuk kedua kalinya. Mereka mengulang kesuksesan tahun lalu dengan robot pemadam api yang sama.

    "Robogames" adalah kompetisi berskala internasional tahunan yang menguji keandalan robot-robot pemadam api dalam beberapa kategori. Tahun ini, kompetisi yang sudah berjalan 7 tahun itu diikuti 14 peserta. "Dari Indonesia hanya diwakili Unikom," kata Rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto, Senin (26/4). 

    Tim robot Unikom yang menggunakan robot DU-114, unggul di kategori open fire fighting autonomous robot. Tantangannya mencari sumber api yang dipasang acak di kotak labirin dan memadamkannya dengan semprotan air. Robot itu bergerak sendiri sesuai program dan sensor tanpa dikendalikan orang.

    Kabar kemenangan itu disampaikan tim lewat pesan pendek ke rektor setelah lomba selesai pagi tadi waktu Indonesia. Rencananya, Yusrilla dan Rodi akan kembali ke Tanah Air pada Rabu lusa. "Kami bersama Dikti akan menyambutnya di bandara," ujar Eddy.

    Menurut salah satu dosen pembimbing tim robot Unikom, Taufik Nuzwir, DU-114 adalah robot pemadam api beroda. Dua minggu sebelumnya, robot tersebut gagal meraih juara di ajang Intelligent Fire-Fighting Robot Contest yang digelar Trinity College, Hartford Connecticut, Amerika Serikat pada 10-11 April lalu. Begitu pun tim robot ITB yang harus puas di urutan ke-4. "Kami gagal karena persiapan lombanya tidak cukup," ujarnya di ruangan Divisi Robotika Unikom, Senin (26/5).

    Persiapan hanya dua hari setelah tiba di Amerika, ternyata banyak komponen dan sensor yang rusak. Penyebabnya karena benturan selama di perjalanan. "Juga perbedaan suhu karena di sana pernah sampai minus nol derajat," katanya. 

    Sejauh ini belum diketahui berapa kecepatan robot DU-114 hingga berhasil meraih juara. Data lengkap kemenangan itu masih di tangan tim yang sedang bersiap pulang ke Bandung. ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.