Wajah Baru Dalam 24 Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wajah Isabelle Dinoire sesudah (kiri) dan sebelum menjalani transplantasi wajah. Foto: isabelledinoire.com

    Wajah Isabelle Dinoire sesudah (kiri) dan sebelum menjalani transplantasi wajah. Foto: isabelledinoire.com

    TEMPO Interaktif, Madrid - Hidungnya hilang, rahangnya remuk, dan di tempat yang seharusnya terdapat mulut hanya terlihat sebuah lubang menganga dan jaringan parut. Begitulah citra resonansi magnetik (MRI) wajah seorang pria muda yang bulan lalu diklaim menjadi orang pertama di dunia yang menjalani transplantasi wajah seutuhnya.

    Sebelum operasi bedah plastik yang mengubah hidupnya itu, petani Spanyol yang berusia 30-an tersebut tak dapat bernapas, makan, dan menelan atau berbicara dengan baik.

    Kerusakan muka yang amat parah itu terjadi lima tahun lalu. Secara tak sengaja dia menembak wajahnya dengan pistol dan menghancurkan sebagian wajah, dari rongga mata ke bawah, termasuk hidung dan rahangnya, meski mata dan penglihatannya tak terpengaruh.
    Sebelum operasi transplantasi wajah tersebut, pria yang dirahasiakan identitasnya itu telah menjalani sembilan kali upaya pembedahan, tapi semuanya gagal.

    Transplantasi wajah adalah operasi yang cukup sulit karena menghadapi risiko penolakan dari sistem kekebalan tubuh. Sejak Isabelle Dinoire memperoleh wajahnya kembali lewat transplantasi wajah pertama di dunia pada 2005, sejumlah transplantasi wajah parsial telah dilakukan di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Namun tak satu pun dokter bedah plastik yang memiliki keahlian atau keberanian untuk mengganti seluruh wajah pasien.

    Kini, satu tim dokter bedah dari Rumah Sakit Vall d'Hebron di Barcelona, Spanyol, mengklaim berhasil melaksanakan transplantasi wajah seutuhnya yang pertama di dunia pada 20 Maret lalu. Itu adalah operasi paling ekstensif dan transplantasi wajah ke-11 di dunia.
    Operasi yang berlangsung selama 24 jam itu melibatkan 30 dokter bedah, ahli anestesi, perawat dan pakar medis lain. Lewat transplantasi itu, pria Spanyol tersebut memperoleh otot wajah, kulit, hidung, bibir, gigi, langit-langit mulut, dan tulang pipi hingga kelopak mata baru.

    Tim dokter yang mempublikasikan detail transplantasi wajah utuh itu, akhir pekan lalu, menyatakan pria tersebut belum bisa berbicara, makan, atau tersenyum, tapi dapat melihat dan menelan ludah. Diperkirakan dia bisa makan dan bernapas sendiri dalam waktu sepekan. "Ada bekas sayatan operasi pada dahi dan leher pasien itu, tapi lukanya akan sembuh dan tak terlihat," kata Joan Pere Barret, kepala bedah plastik rumah sakit itu.

    Pria itu dilaporkan mulai membaik, dan telah melihat wajah barunya. Rupa barunya itu dimulai dari batas garis tumbuhnya rambut ke bawah dan hanya terlihat satu bekas luka, yang tampak seperti kerutan yang melintang di sekeliling lehernya.

    "Dia telah melihat wajahnya ketika dia memintanya dan psikolog menyatakan pasien itu sudah siap," katanya. "Itu terjadi sepekan setelah operasi dan dia bereaksi dengan baik, menyatakan dia puas akan hasilnya."

    Transplantasi penggantian wajah secara keseluruhan itu, kata Barret, mirip memasang topeng pada pasien. "Jika Anda melihat wajahnya, Anda akan melihat manusia normal," kata Barret. "Dia melakukan sit-up, berjalan di kamarnya, dan menonton televisi."

    Pakar transplantasi memuji pembedahan itu sebagai sebuah tonggak baru yang signifikan. "Ini adalah sebuah terobosan," kata Thomas Romo, kepala bagian bedah rekonstruktif dan wajah di Lenox Hill Hospital di New York.

    Transplantasi itu memang sebuah terobosan, paling tidak bagi pria malang itu.
    Sebelum transplantasi, pasien itu hanya dapat bernapas dengan bantuan sebuah ventilator dan memperoleh asupan nutrisi dari pipa infus. Dia juga tak bisa berbicara dengan jelas.

    Selama operasi, yang berlangsung sehari penuh, Barret mengatakan timnya memotong wajah donor mulai bawah rongga mata dan memasang struktur tulang berikut otot dan sarafnya "dalam satu potongan" ke wajah pasien. "Bayangkan sebuah tengkorak," ujarnya. "Dengan sebuah gergaji, kami memotong semuanya sedikit di bawah rongga mata. Kemudian semua yang terpasang pada topeng itu direkatkan ke wajah penerima transplantasi."

    Dokter bedah itu menyatakan proses transplantasi tersebut mirip adegan transplantasi wajah yang dilakukan John Travolta dan Nicolas Cage dalam film Face/Off pada 1997. Dalam film itu, wajah karakter yang dimainkan oleh Cage ditanamkan pada tengkorak karakter Travolta ketika tokoh itu berganti identitas.

    Transplantasi yang dialami pria Spanyol itu adalah perpaduan antara bedah plastik dan teknik bedah rekonstruktif mikro-neurovaskuler. "Ini adalah transplantasi wajah utuh pertama di dunia karena 10 operasi sebelumnya hanyalah parsial," kata Barret.

    Dalam tahap pertama operasi itu, bagian lunak wajah, termasuk pembuluh darah vena dan arteri, diekstrak sebelum jaringan yang lebih keras diangkat. Arteri dan vena pria itu kemudian diisolasi dan wajah donor diperiksa untuk menjamin aliran darah berlangsung utuh.

    Tahap akhir operasi itu mencakup transplantasi tulang dan menyambungkan saraf ke wajah baru. "Penerima transplantasi wajah itu harus tetap berada di Val d'Hebron University Hospital selama dua bulan meskipun durasinya tergantung bagaimana perkembangannya," kata tim dokter. "Begitu meninggalkan rumah sakit, dia harus tetap menjalani pemeriksaan medis yang ketat selama setidaknya empat bulan."

    TJANDRA DEWI | AP | DAILYMAIL


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.