Pemenang Kontes Robot Tiba di Tanah Air  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rodi Hartono dan Stevanus Akbar dengan robot DU 114 dan NEXT 116. DU 114 meraih medali emas dalam Robogames di Amerika belum lama ini. TEMPO/Prima Mulia

    Rodi Hartono dan Stevanus Akbar dengan robot DU 114 dan NEXT 116. DU 114 meraih medali emas dalam Robogames di Amerika belum lama ini. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim robot asal Indonesia yang memenangkan kontes robot tingkat internasional hari ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Kedatangan mereka disambut Rektor Universitas Komputer Indonesia, Eddy Soeryanto Soegoto dan puluhan mahasiswa. "Hari ini kami menyambut tim robot yang memenangkan kontes robot internasional di San Fransisco, Amerika Serikat, 25 April lalu," kata Eddy kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (28/4).

    Pada 25 April lalu, tim robot dari universitas asal Bandung ini meraih medali emas pada kontes Robogames pada kategori senior berroda. Tim robot Indonesia terdiri dari dua orang, yakni Yusrila Kerlooza dan Rodi Hartono. Dalam kompetisi yang diikuti 181 tim dari 17 negara ini, robot Indonesia berhasil dengan cepat menemukan sumber api yang tersembunyi di dalam labirin lalu memadamkannya. "Ini kompetisi time trial. Robot kita berhasil memadamkan sumber api dengan waktu lebih cepat dibandingkan tim Amerika Serikat yang berada di urutan kedua," kata Yusrila.

    Robot Indonesia memang telah teruji kemampuannya. Tahun lalu, robot bernama DU-114 ini adalah pemenang Kontes Robot Indonesia (KRI). "Persiapan robot ini membutuhkan waktu satu tahun, dimulai semenjak menang di KRI," kata Eddy.

    Kunci kemenangan tim robot Indonesia, kata Edy, adalah kerja keras. Menurut dia, penelitian robot telah dilakukan selama lima tahun. Dalam selang waktu tersebut, robot diperbaiki kemampuannya sehingga selalu mampu bersaing di kompetisi tahunan. "Setiap tahun harus dilakukan perbaikan agar kemampuan robot kita tidak ketinggalan dengan robot negara lain," kata Yusrila.

    Sebagai hadiah untuk kemenangan ini, Eddy memastikan anggota tim mendapatkan beasiswa dari Kementerian Pendidikan Nasional. Menurut dia, beasiswa akan diberikan sampai kedua orang tersebut meraih gelar doktor. "Sesuai janji Menteri, mereka akan diberikan beasiswa hingga S3. Saya harap mereka bisa sekolah di luar negeri agar lebih berkembang," ujar Edy.

    Yusrizal sendiri tampak keletihan setelah menempuh penerbangan dari Amerika Serikat. "Saya ingin istirahat dan akan sekolah lagi."

    Unikom sendiri berencana meningkatkan kemampuan robot DU-114 setelah kemenangan ini. Menurut Yusrizal, universitasnya akan kembali mengikuti kontes robot Indonesia yang akan diadakan di Bandung dalam waktu dekat. Selain itu, Unikom juga tengah mempersiapkan kaderisasi agar keberlangsungan penelitian robot bisa dilanjutkan.

    ANTON WILLIAM
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.