Rumah Kejatuhan Benda Angkasa Merupakan Peristiwa Langka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meteor Lyrids. DOK: Inquisitr

    Meteor Lyrids. DOK: Inquisitr

    TEMPO Interaktif, Bandung - Jatuhnya benda angkasa ke permukiman warga merupakan peristiwa langka. Dari catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung, peristiwa jatuhnya benda angkasa di Duren Sawit, Jakarta, adalah kejadian pertama di Indonesia.

    “Ini yang pertama kali di permukiman. Kejadian ini langka sekali,” kata Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lapan Bachtiar Anwar saat dihubungi Tempo, Jumat (30/4).

    Dia mengatakan benda antariksa biasanya jatuh di tempat sepi dan tidak diketahui warga. Benda dari angkasa itu bisa berupa pecahan meteor atau sampah angkasa dari sisa satelit.

    Dari informasi awal, kata dia, benda yang jatuh di Duren Sawit, Jakarta, mengindikasikan benda antariksa. Bachtiar memastikan kejadian itu tak terkait hujan meteor Lyrids yang berlangsung 16-26 April lalu. “Ini kalau benar meteor, jatuhnya sporadis saja,” katanya.

    Jauh di atas bumi, ada lebih dari 10 ribu pecahan meteor dan sampah satelit. Belum terhitung yang kecil-kecil. Sewaktu-waktu, benda-benda tersebut bisa jatuh dan menimpa bumi. “Perbandingan antara yang jatuh dan tetap melayang di luar angkasa 50:50,” ujar peneliti bidang matahari itu.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.