Halo-halo BlackBerry dengan Wi-Fi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BlackBerr yang bisa menelepon dengan Wi-Fi

    BlackBerr yang bisa menelepon dengan Wi-Fi

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Hotspot Internet yang dipancarkan via konektivitas Wi-Fi kini bertebaran di sekitar kita. Namun fungsinya lebih banyak dipakai sebagai jembatan menuju dunia maya.

    Tahukah Anda bahwa Wi-Fi juga bisa menjadi saluran komunikasi suara? Inilah yang ingin diperlihatkan oleh Research in Motion (RIM) saat mengadakan acara tahunan Wireless Enterprise Symposium di Orlando, Florida, kemarin.

    RIM memperkenalkan layanan suara via Wi-Fi bernama BlackBerry Mobile Voice System 5 (MVS 5). Layanan ini diumumkan bersamaan dengan peluncuran sepasang handset BlackBerry baru, yaitu Bold 9650 dan Pearl 3G.

    BlackBerry MVS 5 adalah layanan yang ditujukan bagi pelanggan bisnis. Produk itu bekerja dengan peranti lunak Unified Communications Manager dan Private Branch Exchange (PBX) dari Cisco. "Namun RIM berharap ada tambahan vendor PBX lain," kata Tom Goguen, Wakil Presiden Manajemen Produk Software Enterprise di RIM.

    Layanan yang akan dikapalkan pada akhir 2010 itu memungkinkan pengguna memakai satu nomor untuk menghubungkan handset BlackBerry dan telepon di meja kerja melalui jaringan Wi-Fi. Beberapa fitur kuncinya adalah penyaring panggilan masuk; pengelolaan jaringan, seperti opsi berpindah dari jaringan Wi-Fi ke jaringan seluler dan sebaliknya; serta pengontrol akses jaringan Wi-Fi.

    Panggilan dari perangkat BlackBerry ini, lewat sebuah hotspot, akan langsung dikirimkan secara otomatis melalui PBX di kantor pusat perusahaan yang memakai layanan BlackBerry.

    Walaupun handset BlackBerry sedang bekerja di sebuah jaringan seluler, ia tetap bisa mengerjakan MVS 5. Ia secara otomatis memberitahukan kepada PBX di kantor pusat untuk menginisiasi panggilan jarak jauh dan membuat koneksi panggilan dengan biaya perusahaan.

    Tarif panggilan jarak jauh itu akan dinegosiasikan antara perusahaan dan operator yang melayani layanan BlackBerry-nya. Yang jelas, tarif panggilan itu akan lebih murah ketimbang panggilan langsung jarak jauh.

    Selama ini perusahaan banyak mencari solusi panggilan terintegrasi yang biasa disebut unified communication untuk menghemat biaya dan meningkatkan produktivitas karyawan. MVS 5 adalah salah satu solusinya.

    Layanan panggilan melalui jaringan Wi-Fi di pasar sebetulnya bervariasi, termasuk layanan dari T-Mobile di Amerika Serikat yang dinamai Wi-Fi Calling with MobileOffice. Namun keunikan MVS 5 adalah integrasinya dengan BlackBerry Enterprise Server dan soal keamanan serta pengontrolan, yang selama ini menjadi jualan RIM.

    "Itu adalah gateway data yang aman bagi enterprise dalam mengorganisasi panggilan," kata Goguen.

    Goguen mengatakan, dengan kemampuan menggunakan sebuah ponsel BlackBerry di jaringan Wi-Fi, berarti ponsel BlackBerry dan telepon meja si karyawan memiliki nomor yang sama. Ini artinya, ia mengintegrasikan sistem surat elektronik, suara, dan buku telepon yang sama.

    "Kata kuncinya adalah mudah dipakai dan meningkatkan produktivitas," kata Goguen.

    Bersamaan dengan acara tersebut, Aruba Networks juga mengumumkan bahwa aplikasi fingerprinting-nya akan mengoptimalkan BlackBerry MVS 5. Aplikasi itu akan bertindak untuk mengidentifikasi lalu lintas suara yang sensitif pada latensi, lalu mengkondisikan jaringan Wi-Fi guna menghantarkan lalu lintas tersebut tanpa kompromi.

    Peter Cellarius, Vice Presiden if Business Development Aruba, mengatakan, bila BlackBerry MVS 5 bekerja di jaringan LAN buatan Aruba, pelanggan bisa menikmati akses yang tak terinterupsi apa pun.

    Aplikasi fingerprinting adalah komponen dari teknologi perangkat jaringan nirkabel Adaptive Radio Management buatan Aruba. Aruba telah bekerja sama dengan RIM sebagai anggota BlackBerry Alliance Program.

    DEDDY SINAGA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.