Perang Merek dan Fenomena Twitter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo

    AP Photo

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Fenomena Twitter sepertinya terus berlanjut. Selain penggunanya terus bertambah, pembicaraan online yang dilakukan lewat jejaring sosial tersebut dideteksi terus meningkat. Penelitian yang dilakukan dari Januari hingga Maret 2010 menunjukkan bahwa Twitter merupakan saluran yang paling sering digunakan untuk melakukan pembicaraan online, khususnya tentang merek-merek teknologi.

    Penelitian yang dilakukan Edelman dan Brandtology--masing-masing adalah firma kehumasan independen serta layanan bisnis dan brand online intelligence--ini dituangkan dalam edisi ketiga dari triwulan Digital Brand Indeks (DBI 10.2) Indonesia.

    DBI 10.2, yang diluncurkan Kamis pekan lalu, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari empat saluran sosial media utama, yakni Twitter (186 persen), KasKus-Hardware Computer (140 persen), KasKus-Blackberry Corner (547 persen), dan KasKus-Mobile Phone (132 persen).

    Dalam DBI sebelumnya atau edisi kedua, yang penelitiannya berlangsung selama kuartal akhir 2009 (Oktober-Desember) juga diperoleh fakta bahwa Twitter adalah saluran tersibuk untuk berbagi informasi merek-merek teknologi. Dengan demikian, Twitter menduduki posisi teratas selama dua kuartal berturut-turut.

    Sedangkan Kaskus, salah satu forum web terpopuler di Indonesia, menempati peringkat kedua dengan hampir 30 persen dari total diskusi. Terus meningkatnya pembicaraan online lewat saluran-saluran tersebut menunjukkan berlanjutnya dominasi microblogging dan web forum sebagai saluran diskusi, khususnya mengenai merek teknologi.

    Beberapa hal lain juga diungkap dalam Digital Brand Index edisi ketiga ini antara lain adanya pertumbuhan signifikan diskusi online di berbagai saluran, yang membicarakan nama-nama operator telekomunikasi di Indonesia.

    Penelitian yang dilakukan Januari hingga Maret itu juga mendapati sebanyak 163.730 kali penyebutan merek teknologi yang terdapat dalam 469 saluran berpengaruh. Jumlah tersebut menunjukkan pertumbuhan 61 persen dibanding DBI 10.1 (Oktober-Desember 2009) dengan jumlah penyebutan sebanyak 101.866.

    Tiga operator telekomunikasi Indonesia, yakni Indosat, Telkomsel, dan Excelcomindo, terus berada di peringkat 10 teratas yang paling banyak dibicarakan untuk brand teknologi di saluran-saluran yang disurvei. Indosat mendapat 102 persen peningkatan dengan total penyebutan sebanyak 11.610 kali, Telkomsel naik 137 persen dengan total penyebutan 8.851 kali, dan Excelcomindo meningkat 204 persen dengan penyebutan 8.212 kali.

    Microblogging dan web forum memberikan kontribusi penyebutan terbanyak untuk Indosat dan Excelcomindo (lebih dari 90 persen). Sedangkan untuk Telkomsel, penyebutan terbanyak justru dari situs-situs berita dengan 26,4 persen penyebutan. Secara umum, semua merek operator telekomunikasi memberikan kontribusi hingga 24 persen untuk diskusi online merek teknologi selama periode tersebut.

    Sayangnya, kendati semakin banyak disebut dalam pembicaraan online, hanya sedikit operator yang menggunakan saluran-saluran populer itu untuk melibatkan konsumennya. "Kecuali Indosat, sedikit operator telekomunikasi di Indonesia menggunakan Twitter secara aktif untuk melibatkan online konsumen," kata Direktur IndoPacific Edelman Digital, Nanda Ivens.

    Padahal, "Banyak kesempatan bagi operator telekomunikasi untuk memanfaatkan saluran populer ini sebagai alat untuk melibatkan konsumennya di Indonesia," ujarnya. Nanda mengacu pada Indeks Tweetlevel Telekomunikasi Edelman, yang menunjukkan bahwa operator-operator telekomunikasi di Asia-Pasifik sangat lamban dalam menggunakan Twitter untuk membangun dialog dua arah serta memperkuat kesetiaan konsumennya.

    Kelly Choo, Direktur Pengembangan Bisnis Bradtology, mengatakan pihaknya telah melihat pesatnya pertumbuhan diskusi di dunia digital di beberapa negara sejak memulai DBI, khususnya di area microblogging, seperti Twitter. Karena itu, para pemasar merek-merek teknologi perlu memperhitungkan menggunakan Twitter untuk membangun dialog dengan konsumennya.

    "Daripada hanya menggunakan untuk menyebarkan pesan mereka, di mana pengguna akan merasa lelah atau, yang terburuk, merasa terganggu, dan malah memutuskan untuk mengeblok merek itu," ujar Kelly. "Mereka juga harus melihat secara holistik bersamaan dengan berbagai saluran lain, seperti forum, blog, dan jejaring sosial untuk mengukur, mempelajari, serta menyusun strategi yang sesuai."

    DBI digelar di delapan negara Asia-Pasifik, yakni Australia, Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Taiwan, dan Singapura. Pada survei kuartal ini, Digital Brand Index memonitor merek-merek utama dengan kategori Internet dan perangkat lunak, perangkat elektronik, ponsel dan telekomunikasi, bisnis dan jasa konsultasi, teknologi informasi, serta teknologi.

    Peringkat-peringkat di DBI 10.2 mengalami sedikit perubahan dengan dihilangkannya brand media sosial dari daftar merek teknologi. Kecuali Google, merek-merek teknologi mulai bergerak naik.

    DIMAS

    DIGITAL BRAND INDEX (DBI 10.2)
    (Survei Dilakukan Januari-Maret 2010)


    Posisi DBI  Kanal Jml  Merek  Perubahan
    Seblm   Disebut  
    1 Twitter        153.378 186%
    3 Kaskus - Hardware Computer          29.063 140%
    2 Kaskus -  Computer Stuff          15.158 16%
    7 Kaskus - BlackBerry Corner            9.386 547%
    5 Kaskus - Mobile Phone            6.123 132%
    NA Kaskus - PDA/PDA Phone            4.238 NA
    4 Mac Club Indonesia forum            3.285 -51%
    6 Kaskus  - Internet Service & Networking            2.630 18%
    NA Suara Merdeka - Berita Aktual            2.194 NA
    NA Kaskus Forum - Console Games                991 NA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?