Posisi Televisi Berbayar Terancam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sony Indonesia pamerkan televisi 3D di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinsky, Jakarta.

    Sony Indonesia pamerkan televisi 3D di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinsky, Jakarta.

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebuah studi yang dilakukan Yankee Grup menunjukkan satu dari delapan pelanggan televisi berbayar dan tivi kabel akan menghentikan layanan tersebut pada tahun ini. Penelitian ini dilakukan melalui survey terhadap lebih dari 6000 pelanggan televisi berbayar dan tivi kabel di Amerika Serikat.

    Selain akan menghentikan layanan tivi kabel dan tivi berbayar, sebagian dari responden memilih untuk beralih dari layanan premium menjadi layanan standar atau biasa. Penghentian atau penurunan pilihan layanan merupakan imbas dari bebasnya layanan pengunduhan film atau musik melalui internet atau streaming tv. "Ini akan mengubah pola pikir konsumen," kata Vince Vittore, analis dari Yankee Grup.

    Menurut penelitian ini, para pelanggan televisi berbayar memilih untuk menghentikan layanan tersebut karena semakin mahalnya biaya untuk berlangganan, dengan rata-rata pembayaran U$71 (sekitar Rp 650 ribu) setiap bulan. Sementara itu, masyarakat telah menemukan alternatif dalam menikmati film, musik dan berita terbaru secara murah bahkan gratis melalui internet. Selama satu bulan lalu, tercatat lebih dari 180 juta warga Amerika Serikat yang menonton 31 juta video melalui internet.

    Rini K | CNN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.