Ngopi Tingkatkan Performa Kerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah gadis mempromosikan produk kopi instan terbaru di Bangkok, Rabu (18/11). Akhir-akhir ini, kebiasaan remaja Thailand untuk meminum teh tradisonal telah beralih ke kopi. AP Photo/David Longstreath

    Sejumlah gadis mempromosikan produk kopi instan terbaru di Bangkok, Rabu (18/11). Akhir-akhir ini, kebiasaan remaja Thailand untuk meminum teh tradisonal telah beralih ke kopi. AP Photo/David Longstreath

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kafein dalam secangkir kopi berpotensi mengurangi tingkat kesalahan seseorang dalam melakukan pekerjaan, khususnya bagi mereka yang bekerja dengan sistem rotasi waktu atau shift. Penelitian menunjukkan mereka yang bekerja pada waktu yang tidak biasa -sejak jam sembilan pagi hingga lima sore- berisiko terkena jet lag atau kekacauan ritme jam biologisnya.

    Beberapa perkerjaan yang dapat merusak jam biologis tubuh, misalnya dokter, supir dan petugas keamanan. Akibatnya, mereka bisa sangat mengantuk ketika sedang bekerja. Menurut penelitian dari London School of Tropical Medicine, kafein yang terdapat di dalam kopi, minuman isotonik atau makanan yang mengandung kafein dapat membangkitkan atau membangunkan syaraf-syarat yang sedang "tertidur".

    "Cukup berlasan untuk mengasumsikan bahwa dengan membangunkan syaraf yang tidur itu dapat meningkatkan kesadaran sehingga mengurangi kesalahan," kata Ketua tim penelitian Dr. Katherine Ker seperti dikutip dari Dailymail. Dia menambahkan, kafein juga dapat meningkatkan kinerja seseorang yang pekerjaannya membutuhkan perhatian, persepsi, konseptualisasi dan pemahaman yang tinggi.

    Penelitian ini melibatkan sejumlah orang yang berusia 20 hingga 30 tahun. Namun para peneliti ini masih mendalami apakah khasiat kafein in juga dapat dirasakan pada mereka yang berusia lebih tua atau di atas 30 tahun.

    Rini K | Dailymail


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?