Sampah Luar Angkasa Ganggu Komunikasi Bumi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar diambil dari video NASA menunjukkan astronot Christer Fuglesang memegang tangki amonia tua di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional pada misi luar angkasa STS-128, Jumat (4/9). AP Photo/NASA TV

    Gambar diambil dari video NASA menunjukkan astronot Christer Fuglesang memegang tangki amonia tua di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional pada misi luar angkasa STS-128, Jumat (4/9). AP Photo/NASA TV

    TEMPO Interaktif, Amerika - Departemen Pertahanan Amerika Serikat di Arlington, Virginia melaporkan sampah luar angkasa berpotensi merusak jaringan komunikasi di bumi. Dari pantauan Pentagon, terdapat sekitar 3000 satelit yang ada di orbit bumi. Sementara sampah luar angkasa menjadi begitu berbahaya karena memiliki kecepatan yang sangat tinggi.

    Seorang ilmuwan roket Bharath Gopalaswamy mengingatkan pernah terjadi tabrakan antara satelit komunikasi Amerika dengan satelit militer Rusia yang telah tak digunakan lagi atau sudah menjadi sampah pada tahun lalu. Sampah bangkai satelit militer Rusia itu memiliki kecepatan sekitar 15 ribu kilometer perjam dan membuat 1500 serpihan puing sampah luar angkasa.

    Selain itu, sebuah sampah luar angkasa yang ukurannya lebih kecil daripada ujung jari pernah hampir menghantam Stasiun Luar Angkasa Internasional. Akibatnya, tiga kosmonot berusaha menyelamatkan diri dengan cara berlindung di pesawat luar angkasa Soyuz.

    Meskipun sangat kecil, sampah yang menabrak stasiun luar angkasa internasional itu memiliki kecepatan hingga 27 ribu kilometer per jam sehingga bisa merusak kaca satelit. Menurut hasil penelitian American University di Washington, sampah luar angkasa sebesar kelereng saja memiliki daya rusak setara dengan menjatuhkan peti seberat 180 kilogram dari lantai sepuluh.

    Banyaknya sampah di luar angkasa membuat Amerika mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa supaya membuat peringatan kepada perusahaan dan negara-negara agar tidak mengacaukan orbit bumi. "Luar angkasa juga membutuhkan kebojakan dan hukum untuk melindungi kepentingan orang banyak," kata Direktur Luar Angkasa PBB, Mazlan Othman.

    Rini K | Dailymail


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?