Perang Komputer Tablet Di Computex Taipei 2010

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pameran komputer yang digelar di Jogja Expo Center (2/2). Pameran ini lebih mengandalkan pada penjualan laptop dan perangkat mobile lainnya yang saat ini sangat digemari masyarakat. TEMPO/Arif Wibowo

    Suasana pameran komputer yang digelar di Jogja Expo Center (2/2). Pameran ini lebih mengandalkan pada penjualan laptop dan perangkat mobile lainnya yang saat ini sangat digemari masyarakat. TEMPO/Arif Wibowo

    TEMPO Interaktif, Taipei - Pameran komputer terbesar di dunia Computex Taipei 2010 akan dibuka di ibukota negara Taiwan hari ini. Perusahaan teknologi berlomba-lomba menyajikan produk terbarunya kepada masyarakat dunia.

    Fenomena yang paling menarik saat ini adalah perang komputer tablet. Setelah Apple pertama kali meluncurkan iPad di Amerika pada 3 April, perusahaan pembuat iPhone itu juga menjual iPad secara serentak di seluruh dunia pada Jum'at pekan lalu. Disusul Dell yang membuat peranti yang sama dengan nama Streak. Tak mau ketinggalan, kini Asus menyusul dengan Asus Eee Tablet yang akan dilepas ke pasaran pada saat pembukaan pameran tersebut.

    Pada umumnya iPad, Streak dan Asus Eee tablet memiliki kesamaan, yakni menggunakan layar sentuh dengan tingkat sensitivitas tinggi. Namun ukuran dan kapasitasnya tentu berbeda-beda. Untuk harga, Apple iPad menempati posisi termahal dengan banderol US$ 499 (ini harga untuk iPad dengan klasifikasi minimun di Amerika Serikat).

    Namun, pameran yang mestinya menjadi pasar terbuka bagi persaingan di dunia teknologi ini bakal dibayang-bayangi krisis ekonomi di Eropa. Perusahaan komputer yang ikut dalam pameran itu khawatir melemahnya mata uang Euro akan mempengaruhi harga barang-barang elektronik dan nilai mata uang asing lainnya.

    Kendati sektor teknologi informasi bukan menjadi satu-satunya bidang yang bakal terkena imbas langsung, analis dari Yuanta Securities Vincent Chen memperkirakan setiap negara akan mengerem pertumbuhan kredit di negara mereka sehingga mengurangi permintaan terhadap barang kebutuhan pokok, termasuk produk teknologi.

    Rini K | Reuters | Engadget


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?