Kaca Mata Hitam Belum Tentu Anti UltraViolet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/The Journal Times, Scott Anderson

    AP/The Journal Times, Scott Anderson

    TEMPO Interaktif, Australia - Kaca mata hitam belum tentu seratus persen melindungi mata anda dari sinar ultra violet, meskipun diberi label "100 percent protection".

    Sebuah penelitian di New South Wales University, Sydney menjelaskan lebih dari 20 persen kacamata hitam dengan lebel "99-100 percent UV protection" ternyata tidak dapat melindungi mata dari sinar ultraviolet. Menurut penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal Ophthalmic and Physiological Optics ini, radiasi ultraungu ini dapat membakar mata sebagaimana zat itu membakar kulit anda. Jika sinar ini tidak disaring lapisan ozon, maka dapat mengakibatkan kanker kulit. Apabila terpapar ke mata, bisa mengganggu penglihatan, katarak dan kerusakan pada retina.

    Para peneliti mengambil contoh satu kacamata yang bertuliskan 99 sampai 100 persen UV protection. Nyatanya kacamata itu hanya melindungi kurang dari 50 persen sinar ultraviolet. Akibatnya, mata akan berpotensi terkena sinar ultraungu secara langsung karena ketika mengenakan kacamata hitam, retina akan semakin membesar untuk mempertegas pandangan dan pada saat itulah sinar ultra violet yang tak dapat ditangkis kacamata masuk.

    Oleh karenanya, masyarakat yang membeli kacamata anti ultraungu ini disarankan untuk menguji kacamatanya ke dokter mata terdekat. Di situ, kacamata akan diuji untuk mengetahui berapa besar tepatnya sinar yang dapat ditangkis pelindung mata tersebut.

    Rini K | Livescience 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.