Kepala LIPI yang Baru Berjanji Angkat Peneliti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suharna Surapranata. TEMPO/Dwianto Wibowo

    Suharna Surapranata. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang baru, Lukman Hakim berjanji akan membawa para peneliti LIPI ke level yang lebih tinggi. Dia juga berjanji akan melakukan peningkatan masalah sumber daya manusia. "Selama ini yang menjadi daya tarik menjadi peneliti adalah kesempatan untuk belajar," kata Lukman. "Saya akan memperjuangkan untuk meningkatkan pendidikan para peneliti ke tingkat yang lebih tinggi."

    Profesor riset bidang studi kebijakan ilmu pengetahuan dan teknologi ini sebelumnya menjabat Wakil Kepala LIPI sejak 2003. Ilmuwan kelahiran Curup, Bengkulu, ini adalah lulusan jurusan farmasi di Fakultas MIPA Universitas Indonesia tahun 1979, lalu dilanjutkan dengan apoteker di universitas yang sama pada 1981. Dia meraih gelar master dalam kebijakan sains di Universitas Saitama, Tokyo, pada 1986. Program PhD-nya diraih dalam bidang kebijakan sains dan teknologi pada 1993 di Universitas Tokyo.

    Senin, 14 Juni 2010, Lukman dilantik oleh Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata di Widya Graha LIPI kemarin. Lukman, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala LIPI, menggantikan Umar Anggara Jenie yang memasuki masa persiapan pensiun.

    "Harapan, tantangan, dan kepercayaan diletakkan pada pundak saudara Lukman untuk menghasilkan karya nyata," kata Suharna setelah melantik dan mengambil sumpah Lukman Hakim. "Saya percaya, kepemimpinan saudara di LIPI menandai suatu babak baru dalam perjalanan panjang kegiatan ilmu pengetahuan Indonesia."

    Selain meneruskan sejumlah kerja sama internasional dengan Amerika Serikat dan Eropa, khususnya di bidang bioteknologi, yang telah dirintis pada masa kepemimpinan Umar.

    Rosalina | Tjandra



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.