Ilmuwan Lacak Karbon Dioksida Bawah Tanah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Novi Kartika

    TEMPO/Novi Kartika

    TEMPO Interaktif, Albuquerque - Para ilmuwan sedang mengembangkan metode untuk melacak zat karbon dioksida yang terbenam di dalam tanah.

    Para ilmuwan di Labolatorium Teknologi Departemen Eenergi Nasional  Amerika Serikat sedang mengembangkan metode pelacakan gas karbon dioksida di dalam tanah. Untuk melacak gas mematikan itu, ilmuwan menggunakan cairan yang tidak berwarna yang dinamakan pelacak perflourocarbon.

    Kinerja cairan ini telah diuji coba di wilayah barat laut Meksiko. Di sana, peneliti menyuntikkan cairan pelacak perflourocarbon ke lapisan tanah. Pelacak ini kemudian akan mengikuti gerakan karbon dioksida dan hasilnya ternyata di dalam lapisan tanah itu banyak mengandung batubara.

    Menurut Brian Strazisar, seorang ilmuwan fisik di Laboratorium Teknologi Energi Nasional di Pittsburgh, di celah yang ada di bawah tanah merupakan tempat bersemayam karbon dioksida.

    "Ruang bawah tanah dan gua merupakan tempat emisi ini tersimpan untuk mengurangi penumpukan gas rumah kaca di atmosfer," katanya.

    AP|Rini K


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.