Musik Matahari Direkam Para Ilmuwan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Petar Petrov

    AP Photo/Petar Petrov

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Matahari telah menjadi inspirasi bagi ratusan lagu, tapi sekarang para ilmuwan telah menemukan bahwa bintang di pusat sistem tata surya kita itu memproduksi musik sendiri.

    Astronom di University of Sheffield telah berhasil merekam untuk pertama kalinya harmoni musik menakutkan yang dihasilkan oleh medan magnet di atmosfer luar matahari.

    Mereka menemukan bahwa loop magnetik besar yang melingkar jauh dari lapisan atmosfer luar matahari, yang dikenal sebagai loop mahkota, bergetar seperti senar pada alat musik.

    Dalam kasus lain, mereka berperilaku lebih seperti gelombang suara saat mereka berjalan melalui instrumen angin.

    Menggunakan citra satelit dari loop ini, yang panjangnya dapat lebih dari 60.000 mil, para ilmuwan mampu menciptakan suara dengan mengubah getaran yang terlihat menjadi suara-suara dan mempercepat frekuensi sehingga terdengar ke telinga manusia.

    Profesor Robertus von Fay-Siebenburgen, kepala kelompok riset fisika surya di Universitas Sheffield, mengatakan: "Sangat indah dan menarik untuk mendengar suara-suara ini untuk pertama kalinya dari sumber yang besar dan kuat ini .

    "Ini adalah jenis musik karena dia memiliki harmoni.

    "Hal ini memberi kita cara baru untuk belajar tentang matahari dan memberi kita wawasan baru tentang fisika yang berlangsung di dalam lapisan luar matahari di mana suhu mencapai jutaan derajat."

    Loop koronal dianggap terlibat dalam produksi jilatan api matahari yang melemparkan partikel bermuatan ke angkasa, menciptakan sebuah fenomena yang dikenal sebagai badai angkasa.

    Ketika aktivitas matahari meningkat, badai angkasa yang dihasilkan dapat menghasilkan bencana di bumi, menghancurkan peralatan elektronik, jaringan daya terlalu panas dan merusak satelit.

    NASA pekan lalu memperingatkan bahwa aktivitas matahari yang mulai meningkat menyusul periode diperpanjang aktivitas rendah dan menuju tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya membuang energi magnetik ke dalam tata surya hingga tahun 2013.

    Profesor Fay-Siebenburgen mengatakan penelitian  musik "matahari" akan memberikan cara baru dalam memahami dan memprediksi jilatan api matahari sebelum terjadi.

    Loop koronal bergetar dari satu sisi ke sisi lain karena mereka "dipetik" seperti senar gitar oleh gelombang ledakan dari ledakan di permukaan matahari.

    Para ilmuwan juga menemukan loop bergetar mundur dan maju dengan cara yang meniru gelombang akustik dalam instrumen angin.

    Penelitian Profesor Fay-Siebenburgen terungkap saat Universitas Sheffield meluncurkan sebuah proyek baru, yang disebut Proyek Sunshine, yang ditujukan untuk menemukan cara-cara baru untuk memanfaatkan dan memahami kekuatan matahari.

    Dia berkata: "Loop ini berosilasi seperti dawai pada gitar atau udara dalam instrumen angin. Seiring waktu gelombang mati dan memberitahu kita bahwa hal-hal baru tentang fisika di atmosfer matahari."


    TELEGRAPH | EZ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?