Nanti Malam Gerhana Bulan 18 Tahunan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ini menunjukkan bahwa sebagian bumi mengalami gerhana bulan. Daerah yang mengalami gerhana adalah Eropa, Asia Utara, Timur Tengah dan Amerika Utara 17 Agustus 2008. (AFP/Robert Atanasovski)

    Foto ini menunjukkan bahwa sebagian bumi mengalami gerhana bulan. Daerah yang mengalami gerhana adalah Eropa, Asia Utara, Timur Tengah dan Amerika Utara 17 Agustus 2008. (AFP/Robert Atanasovski)

    TEMPO Interaktif, Bandung - Gerhana bulan sebagian yang akan muncul di langit Indonesia pada Sabtu (26/6) malam ini cukup menarik. Peristiwanya hanya terjadi sekali dalam 18 tahun lebih.

    Menurut astronom dari Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, Danny Herdiwijaya, gerhana bulan sebagian tersebut termasuk dalam seri Saros. "Periode perulangan gerhana yang sama berlangsung 18 tahunan," ujarnya, Sabtu (26/6).

    Saros adalah nama astronomi yang berasal dari bahasa Yunani kuno. Dalam seri astronomi itu, kata dia, terjadi lebih dari 70 kali gerhana.

    Adapun Direktur Observatorium Bosscha, Lembang, Hakim L Malasan, mengatakan seluruh wilayah Indonesia bisa menyaksikan gerhana bulan ini dengan mata telanjang asal langit cerah. Gerhana akan menutup hampir separuh bulan.

    Gerhana akan berlangsung mulai pukul 18.00-20.15 WIB. Puncak gerhana bakal muncul sekitar pukul 19.40 WIB.

    Gerhana bulan terjadi karena bulan tertutupi oleh bayangan bumi dari sorotan matahari. Menurut Hakim, gerhana bulan total selanjutnya bakal terjadi pada 21 Desember mendatang.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.