Akhir Tahun, WiMax Sampai Di Medan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi M Budi Setiawan dan Presiden Direktur PT First Media Tbk dalam peluncuran layanan 4G WiMax di Karawaci, Tangerang.

    Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi M Budi Setiawan dan Presiden Direktur PT First Media Tbk dalam peluncuran layanan 4G WiMax di Karawaci, Tangerang.

    TEMPO Interaktif, Jakarta - PT First Media Tbk menargetkan menggelar teknologi Worldwide interoperability for Microwave Acess (WiMax) di Kota Medan pada akhir tahun ini.

    CEO Sitra WiMax Kumaran Singaram mengatakan menindaklanjuti permintaan pemerintah untuk segera menggelar layanan di Zona 1 segera dilakukan. " Sebelum akhir tahun, sudah hadir di Medan," ujar Kumaran usai peluncuran teknologi WiMax di Karawaci, hari ini.

    Seperti diketahui perusahaan ini memenangkan tender jaringan tetap lokal WiMax di Zona 1 wilayah Aceh dan Sumatera Bagian Utara dan Zona 4 di wilayah Jabotabek. Kumaran mengatakan Medanlah kota pertama yang akan merasakan teknologi generasi keempat ini.

    Sedangkan untuk wilayah Jabotabek dalam waktu dekat ini akan segera digelar di Puri Indah dan Kebon Jeruk. Setelah itu menyusul kota-kota lain di Jabotabek. Rencananya seluruh Jabotabek akan tergelar keseluruhan dalam empat tahun.

    Perusahaan ini menawarkan gratis tiga bulan promosi namun belum mengumumkan harga berlangganan. Dia meyakini layanan ini akan menarik lebih banyak pelanggan. Mereka yang semula berlangganan layanan broadband kabel optik Fast Net bisa menambah kapasitasnya. Perusahaan ini akan menawarkan tiga paket bagi pelanggan yakni 1 Mbps, 2 Mbps, dan 4 Mbps. "Tinggal mengirim permintaan, dan secara otomatis akan mendapat layanan WiMax," ujarnya.

    Kumaran menampik WiMax akan menyaingi Fast Net. Menurutnya WiMax akan melayani daerah yang lebih luas dan area yang belum terlayani FastNet. "Tujuan kami untuk mengurangi kesenjangan teknologi," ujarnya.

    Mereka sudah menyiapkan investasi sebesar US$100 juta untuk infrastruktur dengan 1500 base transceiver station (BTS). Saat ini mereka menggandeng tujuh perusahaan penyedia menara.

    Dian Yuliastuti


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.