Sex.com Dijual

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • internet explorer

    internet explorer

    TEMPO Interaktif, New York -Sex.com, salah satu nama domain paling terkenal di internet, kembali dijual setelah perusahaan yang membelinya dengan rekor penjualan US$ 14 juta (Rp 126,9 miliar) empat tahun lalu terancam bangkrut.

    Pemilik domain tersebut yang merupakan perusahaan berbasis di Los Angeles, Escom LLC, tidak bisa membayar kembali pinjaman yang mereka ambil untuk membeli nama domain Sex.com pada 2006.

    Awalnya nama domain tersebut bakal dijual pada Maret lalu dalam sita lelang. Tetapi para kreditor menilai harga aset domain tersebut akan naik di tempat lain. Kini, domain tersebut dijual Sedo, perusahaan penjual nama domain berbasis di Jerman. Sedo kabarnya sudah menghubungi beberapa calon pembeli.

    Harga jual domain tersebut empat tahun lalu membuat Sex.com menjadi domain termahal di dunia. Rencana lelang Sex.com yang dibatalkan pada Maret lalu kabarnya dimulai dari harga US$ 1 juta (Rp 9 miliar).

    “Sulit mengatakan berapa harga jualnya karena tidak ada nama domain lain dalam nilai harga kisaran itu. Tetapi harga di pasar untuk nama domain telah naik berlipat ganda dalam empat atau lima tahun terakhir,” ujar Liesbeth Mack-de Boer, Chief Sales Officer Sedo, seperti dikutip situs Financial Times.

    Nama domain dengan harga termahal yang telah dijual Sedo hingga saat ini adalah vodka.com. Domain tersebut terjual US$ 3 juta (Rp 27 miliar).

    Sex.com pertama kali didaftarkan pada 1994 oleh Gary Kremen, yang akhirnya menemukan match.com. Setahun kemudian, Stephen Cohen mengklaim sebagai pemilik domain tersebut sehingga terjadi sengketa hukum yang berakhir pada 2006. Kremen akhirnya menjadi pemilik situs tersebut.


    FINANCIAL TIMES| KODRAT SETIAWAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.