Pemboman Tempo Riuhkan Twitter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Polisi meneliti sisa bom Molotov yang meledak di Kantor Majalah Tempo, Jl Proklamasi, di Jakarta (06/07). TEMPO/Dwidjo U. Maksum

    Seorang Polisi meneliti sisa bom Molotov yang meledak di Kantor Majalah Tempo, Jl Proklamasi, di Jakarta (06/07). TEMPO/Dwidjo U. Maksum

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pelemparan bom molotov di kantor Majalah Tempo di Jalan Proklamasi 72, meramaikan microblogging twitter pagi ini. Umumnya mereka bersimpati dan memberikan dukungan kepada Tempo atas kejadian itu.

    Dini hari tadi, dua orang yang tak dikenal melemparkan bom molotov ke kantor Majalah Tempo. Para pelaku yang mengendarai sepeda motor bebek itu melemparkan bom molotov ke arah gedung. Bom tak mengenai kaca dan meledak di halaman.

    Berita pelemparan ini meriuhkan jagat maya. Lihat saja komentar mereka yang mengecam pelemparan bom tersebut. Seperti Rayni atmaja (@rayniaatmadja) memposting ," Selamat Pagi, aksi pelemparan bom molotov di kantor Tempo, pihak manapun yg melakukan, ga asik banget tuh!."

    Komentar lain dari akun Wahyu lilik (@Wahyulilik) yang berisi dukungan kepada Tempo. " Aku sering diancam, juga teror mencekam.... Tapi aku tak pernah mati, tak akan terhenti. (ERK) #dukungtempo,".

    Dukungan juga diberikan dari pemilik akun didinugrahadi: Bisa buaya, bisa babi, bisa 'binatang' lain, tapi bom molotov akan menyatukan semangat perlawanan #dukungTempo

    Sedangkan pemilik akun lain meminta polisi bertindak dan menangkap pelaku pemboman tersebut. Seperti dikatakan pemilik akun benhan: Polisi hrs bertindak cepat tangkap pelaku bom molotov kalo tdk mau kehilangan total kepercayaan publik dan dituduh sbg pelaku. @thhadad: Siapapun pelakunya, pasti dia ingin Tempo dan kita berpikir polisilah biang keladinya. Jadi tugas polisilah mencari tahu yg sebenarnya.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?