Membedah Hasrat si Ponsel Taiwan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • HTC Desire

    HTC Desire

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Android memang benar-benar jagoannya HTC. Vendor telepon seluler asal Taiwan itu tak henti-hentinya membombardir pasar dengan berbagai jenis ponsel Android terbarunya. Pada saat HTC Droid Incredible dan Evo 4 diserbu pembeli di Amerika Serikat, HTC membidik pasar Eropa dan Asia dengan ponsel HTC Desire. Ponsel ini baru akan menjejak Amerika pada Agustus mendatang.

    Dua pekan terakhir, Tempo berkesempatan mencicipi "hasrat" itu tak lama setelah ponsel ini dikapalkan ke pasar Indonesia dengan banderol Rp 6,5 juta. Desire memakai sistem operasi Android versi Android 2.1 update 1. Kabarnya, ponsel ini bisa di-upgrade ke Android versi 2.2.
    Antarmuka Desire tetap mengandalkan HTC Sense, yang diciptakan untuk menggantikan TouchFlo. Dengan antarmuka ini, tampilan layar AMOLED berisi 16 juta warna itu lebih animatif.

    Tapi di sisi lain, HTC tak banyak melakukan perubahan, termasuk susunan menu dan pola navigasi di menu-menu tersebut. Bila memperhatikan semua ponsel Android terbaru dari HTC, polanya hampir sama saja.

    Sensasi menyentuh di layar ponsel yang berukuran 3,7 inci itu sama asyiknya dengan ponsel-ponsel Android dari HTC yang pernah kami uji, seperti HTC Hero, Legend, dan yang berbasis Windows Mobile, seperti HD, Pro, serta Diamond.

    Teknologi layar sentuh kapasitifnya membuat sentuhan jari terasa sensitif, namun pergerakannya lancar dan halus. Desain tubuh Desire mirip Droid Incredible dan Google Nexus One. Bagian bawahnya sedikit melengkung, namun tak setajam lengkungan pada Hero dan Legend.

    Susunan tombol di bawah layarnya persis Legend. Terdiri atas tombol Menu, Home, tombol navigasi berbentuk trackpad optik (bisa mengklik), dan Google Search. Tombol Google Search akan langsung memboyong kita ke mesin pencari Google. Namun bila tombol ini kita tekan ketika layar berada di bagian Home, ia akan berfungsi sebagai pencari program atau aplikasi.

    Di bagian bawah ada tombol microUSB untuk mengisi ulang tenaga baterai atau menghubungkan handset ke komputer. Penempatan colokan 35 milimeter untuk headphone di bagian atas cukup menarik karena headphone tidak akan mengganggu saat ponsel disimpan di saku celana atau saku tas.

    HTC mengembalikan posisi penutup baterai dan kartu SIM ke bagian punggung. Slot kartu memori tambahan (menampung sampai 32 gigabita) terletak di samping baterai, sehingga saat mencabut atau memasang tak perlu mencopot baterai.

    Tenaga baterainya mencapai dua hari untuk penggunaan standar, yaitu untuk bertelepon (tapi tak terlalu sering), berkirim pesan, mendengarkan musik sekali-sekali, dan bermain game.
    Tapi saat dipakai untuk mengakses Internet, baterainya hanya bertahan tak sampai sehari. Tubuhnya yang langsing itu (berdimensi 119 x 60 x 11,9 milimeter) pun terasa agak panas.

    Desire dilengkapi dengan kamera 5 megapiksel dan kemampuan mendeteksi wajah, autofocus, lampu kilat, mode layar lebar, dan geotagging. Sayang, tanpa kartu memori eksternal, jangan harap bisa memakai kamera ini. Pasalnya, kapasitas memori internalnya tak banyak.

    Desire juga dipasangkan dengan prosesor berkecepatan tinggi, Qualcomm Snapdragon dengan kecepatan 1 GHz. RAM-nya berkapasitas 512 megabita.
    Konektivitasnya cukup luas, mulai teknologi jaringan 3G (HSPA/WCDMA 900/2100 MHz, GSM 850/900/1800/1900 MHz), koneksi Wi-Fi, hingga Bluetooth. Ia juga mendukung GPS dan kompas digital.

    Ponsel ini juga diciptakan untuk mendukung kegiatan jejaring sosial penggunanya. Selain menyediakan aplikasi Facebook, Peep (untuk Twitter), dan berbagi foto serta video melalui Flickr dan YouTube, ada Friend Stream. Ini adalah aplikasi yang diciptakan khusus oleh HTC untuk menampung sejumlah jejaring sosial ke dalam satu antarmuka.

    Jadi, dalam satu antarmuka, kita bisa menyaksikan berbagai pembaruan status sekaligus memperbarui status kita di jejaring sosial yang kita ikuti.

    Fitur lain adalah ponsel secara otomatis mengecilkan volume nada dering saat ponsel diangkat. Nada dering juga otomatis dimatikan ketika bagian muka ponsel menghadap ke bawah. Selain itu, ponsel otomatis mem-backup data dan pengelolaan ke dalam kartu MicroSD secara otomatis, seperti pesan SMS dan MMS, bookmark di peramban, serta password Wi-Fi. | DEDDY SINAGA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.