Peneliti Australia Kembangkan Antena Berjalan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pencari rumput melakukan hubungan komunikasi lewat handphone di kawasan lautan pasir Gunung Bromo, Malang, Jawa Timur. Tempo/ Arie Basuki

    Seorang pencari rumput melakukan hubungan komunikasi lewat handphone di kawasan lautan pasir Gunung Bromo, Malang, Jawa Timur. Tempo/ Arie Basuki

    TEMPO Interaktif, Sydney - Para peneliti di Flinders University, Australia Selatan membuat sebuah antena khusus untuk ponsel yang dapat dibawa ke mana-mana untuk mengantisipasi putusnya layanan jaringan selular karena bencana alam atau faktor teknis lainnya.

    Ilmuwan itu membenamkan sebuah "menara selular" mini di dalam ponsel yang berfungsi sebagai pengirim sinyal untuk terhubung ke ponsel lainnya melalui Wi-Fi dan membuat jaringan sendiri.

    Menurut Dr Paul Gardiner-Stephen, kerja antena sebagai pengirim sinyal pada ponsel itu telah sukses dalam uji coba di wilayah terpencil yang tidak mendapatkan sinyal dari operator selular manapun. "Tidak ada infrastruktur atau dukungan dari operator," katanya.

    Stephen berharap teknologi antena mobile ini dapat dikombinasikan dengan layanan operator selular pada umumnya sehingga pengguna tak perlu repot mendesain ulang ponselnya untuk mendapatkan sinyal tanpa layanan operator. "Ini bisa dijadikan cadangan jika kehilangan sinyal," ujarnya.

    Untuk sementara, layanan antena mobile ini baru dapat mencakup area terbatas dengan radius beberapa ratus meter saja.

    Telegraph|Rini K


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.