Dengan IM-KU Ponsel Murah Bisa Chat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi IMKU untuk chatting

    Aplikasi IMKU untuk chatting

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kabar baik bagi warga yang tidak mampu membeli Blackberry atau ponsel pintar. Melalui alikasi IM-KU mereka dapat chatting ke sesama ponsel murahan. Percakapan itu bahkan bisa dilakukan lintas operator.

    Jumat (16/7) petang ini, PT inTouch meluncurkan IM-KU. Aplikasi ini bisa diunduh dari browser di ponsel berteknologi Java di laman URL://get.im-ku.com. Pengguna juga bisa mengakses melalui sms ke nomor 9800.

    "Sekarang tidak hanya orang kaya dengan BBM, semua pemakai ponsel apapun dan operator manapun bisa chatting laksana BBM," ujar CEO inTouch Kendro Hendra dalam konferensi pers di JCC, Jakarta.

    Beberapa waktu lalu sejumlah vendor dan operator memang mengeluarkan fitur layanan chatting sesama jenis ponsel atau operator. Antara lain Nokia, Nexian, Telkomsel, Esia, dan Flexi.

    Kendro menjelaskan pengguna bisa chatting setelah masing-masing menginstal aplikasi tersebut. Mereka juga dapat memakai jika membeli ponsel dari 10 vendor yang telah bekerja sama dengan inTouch.

    Untuk chatting, kata Kendro, tak butuh pin khusus seperti BBM. "Cukup undang nomor kontak teman Anda. Karena nomor ponsel itulah jadi PIN-nya," ujar Kendro.

    Pengguna juga bisa langsung chatting dan mengirimkan foto. Selain teks, pengguna dapat mengirimkan gambar ikon emosi atau suara ikon emosi.

    Jika salah satu kontak sedang offline, maka aplikasi ini akan mengirimkan notifikasi dan merubahnya dalam pesan pendek. Sebanyak 30 pengguna aktif mampu ditampung dalam chatting.

    Aplikasi ini bisa digunakan untuk chatting dalam grup tertutup fitur chatbot. Rencananya untuk sementara inTouch akan menggratiskan bagi semua pemakai. Namun ke depannya untuk grup profit seperti perusahaan akan dikenai biaya dan non profit akan digratiskan.

    Kendro menargetkan aplikasi ini menjadi jembatan pengguna internet dan ponsel pertama. Perusahaan ini menyiapkan kapasitas pengguna untuk tahap pertama 50 juta pengguna. "Kalau kurang bisa tambah server lagi," ujarnya.

    Dia juga mengharapkan tahun depan separo dari pengguna ponsel lokal akan memakai aplikasi. Saat ini ponsel lokal sudah meraup hampir 30 persen kue pasar ponsel di Indonesia.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?