Pantau Kereta Lewat Kabila Indosat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indosat. Tempo/Panca Syurkani

    Indosat. Tempo/Panca Syurkani

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Layanan aplikasi ini merupakan aplikasi PT Indosat Tbk bekerjasama dengan PT Kereta Api (PT KA). Aplikasi ini bisa diakses dengan ponsel biasa atau ponsel pintar sejenis blackberry.

    Dengan layanan ini pelanggan bisa mengakses berbagai layanan informasi seputar kereta api, seperti  informasi jadwal KA, harga tiket KA, millage reward, hot offer, games, Chatting room, loket atau agen penjualan tiket, menu restauran KA, dan lain  lain.

    Sayangnya aplikasi ini saat ini belum bisa digunakan untuk transaksi atau pembelian tiket. Transaksi baru akan dikembangkan nanti.

    Director & Chief Wholesale and Infrastructure Officer Indosat Fadzri Sentosa mengatakan
    aplikasi ini sangat informatif dan dibutuhkan oleh pelanggan.

     "Karena  kebanyakan adalah commuter dan menggunakan kereta api," ujar Fadzri disela-sela peluncuran aplikasi di Jakarta Convention Centre (JCC).

    Menurut Fadzri aplikasi ini menambah keragaman aplikasi yang ada di Indosat-Go.  WAP akses otomatis tersedia bagi seluruh pelanggan Indosat. Dia menjanjikan informasi kereta ini akan tersedia  24 jam sehari tanpa henti.

    Direktur Komersial  PT. Kereta Api Sulistyo Wimbo Hardjito mengatakan aplikasi ini diharapkan memenuhi harapan. Pelanggan pemakai kereta api dan masyarakat luas. "Baik itu untuk transportasi sehari  hari ker maupun untuk perjalanan jauh ke luar kota," ujarnya.

    Untuk menarik pelanggan, pelanggan setia pengguna kereta api akan mendapat program loyalitas dalam bentuk poin (kabila millage). Pelanggan bisa menukar poin - poin tersebut bisa ditukar utk mendapatkan tiket Kereta Api gratis atau ditukar ke merchant  merchant PT. Kereta Api Indonesia.

    Dian Yuliastuti
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.