Berpacu di Jalur Android

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Acer Liquid E

    Acer Liquid E

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Balai Sidang Jakarta di Senayan kembali lengang setelah pekan lalu dijejali ribuan orang, yang datang ke pameran komputer dan seluler bernama Festival Komputer Indonesia dan Indonesia Cellular Show (ICS) 2010. Ketua Yayasan Apkomindo Hidayat Tjokro menyebutkan nilai penjualan komputer selama pameran mencapai Rp 150 miliar.

    Salah satu yang moncer dalam pameran itu adalah telepon seluler dengan platform Android keluaran vendor lokal. Sebelumnya, Android unjuk gigi ketika Indosat menggandeng enam vendor ponsel. Pada Indonesia Cellular Show 2010, PT Konten Indomedia Pratama, principal ponsel IMO, merilis ponsel IMO S900. Dengan harga Rp 2,25 juta, ponsel Android ini mempunyai keunggulan Wi-Fi dan loudspeaker yang kencang.

    Adapun PT Metrotech Jaya Komunika, yang memegang merek Nexian, dengan gambar iklan artis Tora Sudiro, menggelontorkan ponsel Nexian Journey. Ponsel seharga Rp 2,49 juta ini mengunggulkan Google Mobile Service untuk Android Market dan Google Map. Sayangnya, kameranya belum dilengkapi autofocus.

    Pesaing lainnya adalah Telesindo Shop dengan ponsel Tiphone A88. Ponsel Android QWERTY dengan andalan sensor antigravitasi ini bakal beredar Agustus nanti. Debutan produsen lokal lainnya adalah PT Simpli Mobile Indonesia, yang memproduksi ponsel bermerek Wiigo. Tak banyak keistimewaan dari ponsel yang dibanderol Rp 1,5 juta ini.

    Pemain lokal memang berlomba. Bagaimana dengan pemain lama? Tidak mau ketinggalan, pemain lama menambah line up ponsel Android mereka. Lihat saja Sony Ericsson, yang menggeber Xperia X10 Mini Pro yang kompak dan mempunyai keyboard QWERTY. Adapun Huawei menampilkan ponsel Aviator. Di luar ICS, Samsung meluncurkan ponsel Galaxy S-nya. Acer tidak mau ketinggalan dengan Acer Liquid E.

    Para vendor sebagian besar menggandeng operator untuk menggaet pelanggan dengan layanan datanya. Ponsel platform Android yang sangat haus bandwidth ini cukup menguntungkan bagi para operator yang bekerja sama dengan para vendor.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.