XL Targetkan Kenaikan Layanan Komunikasi Hingga 40 Persen Jelang Lebaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Ayu Ambong

    Tempo/Ayu Ambong

    TEMPO Interaktif, Bandung - PT XL Axiata Tbk menargetkan pertumbuhan pengunaan layanan telekomunikasi pada saat lebaran naik sekitar 40 persen dibandingkan hari- hari normal.

    XL  telah mempersiapkan jaringannya untuk mengatasi lonjakan traffic yang biasanya meningkat tajam tiga hari menjelang lebaran."Tahun ini kami tidak menaikan harga, malah tetap memberlakukan program gratisan," ujar Kencono Wibowo Vice President PT XL Axiata Central Region di Grha XL Marthadinata, di Bandung,  Selasa (27/7).

    Ia menyatakan, jaringan network XL pada saat bulan ramadhan akan meningkat sampai 70 sampai 80 persen. Dimana saat ini utilisasi untuk SMS sekitar 20 ribu perdetik dan untuk voice sekitar 19 juta erlang perminggu."Secara kapasitas jaringan artinya masih ada yang kosong sekitar 30 persen. target XL adalah melayani masyarakat agar SMS nyampai dan Voice lancar."

    Kencono menegaskan untuk melayani masyarakat di jalur mudik, XL menyiapkan 38 mobile BTS yang akan disebar dititik tik jalur mudik. Sekitar 25 mobil BTS akan dipasang di Jalur Utara Jawa Barat dan 13 mobile BTS di sepanjang jalur selatan. "Untuk isi ulang pulsa, masyarakat tidak perlu kuatir XL mmenyiapkan layanan di jalur mudik, tempat wisata, penumpukan penumpang dan tempat strategis lainnya dengan menggandeng partner."

    Masih kata Kencono, untuk layanan data XL pun menargetkan pertumbuhan serupa. Dimana saat ini pergeseran dari voice atau SMS ke data begitu tinggi. Untuk pelanggan Black Berry sendiri saat ini mencapai 430 ribu pelanggan. "XL memambah kapasitas layanan dari 400 Mbps jadi 800 Mbps pada bulan ramadhan ini agar masyarakat bisa terus terkoneksi," katanya.


    ALWAN RIDHA RAMDANI 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.