Urbanesia, Direktori Tempat Bisnis Ibu Kota

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situs Urbanesia.com

    Situs Urbanesia.com

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Anda ingin mencari tempat makan enak dan murah di Jakarta? Atau bingung mencari kios anjungan tunai mandiri (ATM) dan pompa bensin terdekat karena kendaraan kehabisan bensin di tengah kemacetan Ibu Kota? Sepertinya Anda tak perlu repot bertanya kepada teman atau menelepon kenalan untuk mencari rekomendasi.

    Pasalnya, kini telah hadir Urbanesia Lifestyle City Directory, sebuah aplikasi mobile untuk mencari bisnis lokal di Jakarta yang berbasis lokasi. Urbanesia mempermudah pencarian jasa produk dan layanan yang biasa digunakan sehari-hari melalui navigasi ikon yang melambangkan bisnis-bisnis tersebut pada halaman muka (homepage).

    Urbanesia.com (http://www.urbanesia.com) adalah portal "lifestyle city directory" pertama di Indonesia yang berbasis web 2.0. Portal ini dikembangkan oleh Selina Limman, Deche Pangestu, dan Andru Burman. Ketiganya kemudian mengembangkan aplikasi mobile Urbanesia untuk telepon seluler pintar, seperti BlackBerry.

    Portal ini mempunyai data direktori bisnis cukup lengkap di wilayah Jakarta. Selina Limman, yang juga pendiri PT AyoKlik Indonesia, perusahaan pengembang layanan, mengatakan Urbanesia menampilkan bisnis-bisnis yang terdekat jaraknya dengan pengguna dengan mengkombinasikan lokasi pengguna, aplikasi, dan lokasi bisnis.

    "Di dalam direktori ini ada review dan foto yang dikontribusi pengguna Urbanesia," ujar Selina kepada iTempo seusai acara pemberian penghargaan Indonesia ICT Award (INAICTA) 2010 di Jakarta Convention venter, Sabtu malam pekan lalu.

    Di acara tersebut, aplikasi Urbanesia Lifestyle City Directory untuk BlackBerry ini menjadi salah satu nomine untuk kategori Mobile Application. Dari empat nomine, yang akhirnya muncul sebagai pemenang kategori tersebut adalah mGeometri, peranti lunak pelajaran geometri untuk ponsel layar sentuh.

    Menurut Selina, layanan direktori bisnis Urbanesia ini berbeda dengan microblogging Koprol atau Foursquare, meski sama-sama berbasis lokasi. "Urbanesia lebih ke sebuah direktori lengkap bisnis dan interaktif dengan web 2.0," ujarnya.

    Selina mengembangkan layanan ini lantaran pernah kesulitan mencari suatu tempat. Saat bersekolah di California Food Polytechnic di Amerika Serikat, dia dengan mudah mencari sesuatu dari direktori yang ada. Berdasarkan pengalaman itulah Selina dan teman-temannya mengembangkan aplikasi ini.

    Konten direktori urban ini juga berasal dari penggunanya sendiri, baik info tentang bisnis maupun foto-fotonya. Konten ini kemudian diverifikasi ke pemilik bisnis yang direkomendasikan. Aplikasi ini gratis karena sifatnya user generated content. Selain itu, banyak dari para pemilik bisnis yang tak punya akses untuk menangani promosi lalu menggunakan media ini sebagai ajang promosi. "Mereka bisa mengunggah info bisnisnya dan memantaunya," kata Selina.

    Resto yang mempunyai 10 cabang, misalnya, bisa memasukkan usahanya ke direktori dengan membayar kepada Urbanesia. Kisarannya bisa Rp 1 juta per tahun hingga Rp 10 juta per bulan. "Harga tergantung berapa cabang yang masuk direktori dan dipromosikan."

    Chief Innovation Officer Urbanesia Batista Harahap mengatakan, selain untuk BlackBerry, pihaknya sedang mengembangkan aplikasi ini agar bisa dijalankan di ponsel berplatform Android dan iPad. "Sedang dalam proses," ujarnya. Pihaknya juga berencana membundel aplikasi ini dengan operator serta membangun galeri aplikasi untuk mendorong pihak ketiga.

    Pengguna saat ini sudah dapat mengunduh aplikasi ini di portal Urbanesia.com di alamat www.urbanesia.com. Menurut Selina, dari ribuan direktori yang ada, informasi seputar makanan dan tempat makan masih paling banyak dicari. l DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.