Setelah Uni Emirat, Arab Saudi Ikut Bekukan BlackBerry

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BlackBerry 9800. images.intomobile.com

    BlackBerry 9800. images.intomobile.com

    TEMPO Interaktif, Riyadh - Setelah Uni Emirat Arab, kini giliran Arab Saudi yang ingin membekukan layanan BlackBerry. Namun, pemerintah Arab Saudi tak ingin memblokir semua layanan BlackBerry. Mereka cuma ingin membekukan BlackBerry Messenger.

    Seperti dikutip Reuters Minggu 1 Agustus 2010, pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah meminta operator telekomunikasi untuk membekukan layanan BlackBerry Mesenger mulai bulan ini. Reuters mengutip sumber di kalangan industri telekomunikasi.

    Sumber dari dua operator telekomunikasi mengatakan bahwa pemerintah Arab telah meminta Komisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (CITC) untuk mengirim surat memo kepada operator. Namun, memo itu tak menjelaskan mengapa langkah itu diambil. Gubernur Komisi Teknologi Abdul-Rahman al-Jaafari belum memberikan komentar.

    Sumber di Kementrian Dalam Negeri mengatakan, sebelum memo itu keluar, tahun lalu kementrian itu telah melakukan pertemuan dengan Komisi Teknologi dan tiga operator yang ada di sana. Pemerintah meminta diadakan pengawasan terhadap komunikasi lewat BlackBerry.

    Bagi produsen BlackBerry, Research In Motion, ini adalah pukulan kedua setelah sebelumnya dilansir rencana pemerintah United Emirat Arab untuk memblokir semua layanan BlackBerry per Oktober 2010. Layanan BlackBerry dianggap membahayakan keamanan nasional. (Baca: Di Uni Emirat, BlackBerry Ancam Keamanan Nasional)

    REUTERS | BS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.