Hantam Bumi, Tsunami Surya Hasilkan Ledakan Cahaya Indah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tsunarmi sinar matahari yang diperkirakan para astronom telah menghasilkan Aurora Borealis, kilasan cahaya indah di langit utara. Aurora ini sudah muncul Februari lalu di Chugach Range, dekat Palmer, di Alaska (AP Photo/Bob Martinson)

    Tsunarmi sinar matahari yang diperkirakan para astronom telah menghasilkan Aurora Borealis, kilasan cahaya indah di langit utara. Aurora ini sudah muncul Februari lalu di Chugach Range, dekat Palmer, di Alaska (AP Photo/Bob Martinson)

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Tsunami matahari yang meledak pada 1 Agustus 2010 dan baru sampai ke bumi 3 Agustus, ternyata tak membahayakan seperti yang diduga para astronom Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Para pengamat langit, justru disodori keindahan kilasan cahaya di langit utara atau biasa disebut Aurora Borealis.

    Aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer di atmosfer. Biasanya, kilasan cahaya ini terjadi di Kutub Utara atau Selatan. Orang Yunani menamainya Dewi Fajar Rom. Fenomena alam ini biasanya terjadi karena adanya adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari.

    Seperti diberitakan sebelumnya, tsunami cahaya matahari sudah mulai dideteksi sejak Minggu 1 Agustus. Tsunami ini meledakkan berton-ton plasma atau atom yang terionisasi ke angkasa. Para peneliti langit khawatir, gelombang atom ini bila menghantam bumi akan berakibat fatal, terutama pada satelit-satelit yang menganggakasa.

    "Ledakan matahari ini kemungkinan akan terjadi pada Rabu 4 Agustus," kata Leon Golub, dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

    Ternyata ledakan itu, kata Golub, "Menghasilkan kilasan cahaya yang sangat indah. Mungkin kita akan melihat banyak aurora yang cantik-cantik." (Baca: Letupan Matahari Kali Ini Tak Sehebat 1993)

    Aurora biasanya bisa dilihat di wilayah seperti Kanada dan Alaska. Namun, di beberapa tempat di Amerika Serikat bagian utara juga bisa melihat pada 3 dan 4 Agustus. Selarik cahaya hijau akan menghiasi langit seperti korden yang terjurai ke bumi.

    Sebelumnya, ada kekhawatiran dari para astronom bahwa letusan matahari yang sangat besar bisa menghancurkan satelit dan merusak jaringan energi dan komunikasi di seluruh dunia jika itu terjadi hari ini. (Baca: Ilmuwan NASA Peringatkan Tsunami Surya Akan Menghantam Bumi).

    Saat berton-ton partikel akibat tsunami surya menghantam bumi terjadilah gesekan magnetik. Partikel-partikel itu pun ditarik ke kutub bumi. Selanjutnya, partikel itu bergesekan dengan atom nitrogen dan oksigen yang ada di lapisan bumi. Hasilnya, bukan petaka. Tapi, cahaya yang berkilauan seperti neon raksasa.

    SPACE | BS


    BERITA TERPOPULER LAINNYA

    Letupan Matahari Kali Ini Tak Sehebat 1993

    Ilmuwan NASA Peringatkan Tsunami Surya Akan Menghantam Bumi

    Kebingungan Redenominasi ala Rusia dan Ghana

    Gayus Akui Terima Uang dari KPC

    Tuntut Bebaskan Ariel, Artis-artis Galang Tanda Tangan

    Di Malaysia, Din Syamsudin dan Amidan Dukung ESQ Ary Ginanjar

    Komisaris Arafat Menyeret Atasan 

    Berburu Pengemplang Pajak Lewat Google Earth

    Produsen Blackberry Diminta Blokir 3000 Situs Porno  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?