Murdoch: Tablet adalah Masa Depan untuk News Corp  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Marcio Jose Sanchez

    AP/Marcio Jose Sanchez

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Rupert Murdoch memberi kabar gembira bagi Apple hari ini ketika dia berbicara di sebuah acara debat media di Sydney dan mengatakan tablet merupakan platform yang sempurna bagi konten News Corp yang murah, nyaman dan up to date.

    News Corp telah memiliki puluhan ribu pembaca melalui aplikasi untuk Wall Street Journal, the Times dan the Australian, katanya, dan kemudian menambahkan bahwa Apple akan menjual iPads lebih banyak dari yang diperkirakan.

    "Sepertinya mereka akan menjual sekitar 15 juta iPads tahun kalender ini dan lebih dari 40 juta hingga tahun 2012. Dan iPad hanyalah salah satu dari banyak tablet atau komputer. News Corp sepenuhnya berniat untuk berada di semua platform."

    Tanpa memberi angka yang tepat, dia menekankan bahwa tingkat pelanggan berbayar baru situs web Times dan Sunday Times kuat dan menggambarkan strategi itu sebagai "awal dari sebuah model bisnis baru untuk internet". "Argumen bahwa informasi gratis hanya dikatakan oleh mereka yang menginginkannya secara gratis," kata Murdoch.

    Murdoch menyukai iPad karena menarik, sangat diinginkan dan mudah dieksekusi dalam menjual konten berbayar. iPad juga juga memiliki basis pengguna kaya yang cocok dengan berita berkualitas News Corp, namun masih merupakan produk niche.

    Apakah berita berbayar Times akan berhasil masih belum pasti. Membebankan biaya langganan terhadap akses konten situs web bukanlah model bisnis baru, tapi menariknya dari situs berita mainstream akan menjadi hal lain.

    Times ingin cepat membela keputusannya, dan angka-angka mungkin akan bertambah dalam jangka pendek. Tapi dalam jangka panjang, hal yang akan lebih sulit untuk menghitung biaya kehilangan suaranya di pasar berita internasional online.


    GUARDIAN | ERWIN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?