RIM Tetap Akan Berbisnis di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Managing Director South East Asia RIM- BlackBerry, Gregory Wade. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Managing Director South East Asia RIM- BlackBerry, Gregory Wade. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Research in Motion memastikan tetap akan berbisnis di Indonesia, meski belakangan ini ada “tekanan” dari pemerintah dan munculnya “ancaman” untuk memblokir layanan BlackBerry, seperti yang terjadi di Timur Tengah.

    Gregory Wade, Managing Director Research in Motion Asia Selatan, mengatakan Indonesia adalah pasar yang penting bagi RIM. “Kami akan terus beroperasi di sini dan kami akan terus berdiskusi dengan pemerintah,” kata, di Jakarta kemarin.

    Hal itu dikatakan Wade untuk menjawab pertanyaan soal masa depan BlackBerry di Indonesia, mengingat pemerintah telah meminta RIM mendirikan pusat data di Indonesia. Jawaban tersebut memang belum mengindikasikan apapun.

    Pasalnya, mendirikan pusat data di Indonesia demi membuka akses terhadap data terenkripsi berupa e-mail maupun BlackBerry Messenger para pelanggan bukanlah regulasi RIM selama ini. RIM sendiri mengaku tak bisa mengakses e-mail maupun data yang dikirimkan para pelanggannya.

    Oleh sebab itu, belum bisa dipastikan bahwa RIM akan bertahan dengan regulasinya tersebut dengan risiko diblokir dan kehilangan jutaan pelanggan BlackBerry di sini, atau berkompromi. Wade berjanji bahwa segera akan ada keputusan tentang persoalan tersebut.

    Adapun soal kantor perwakilan RIM di Indonesia, Wade angkat bahu. Menurutnya, ia tak berwenang untuk menjawab pertanyaan tersebut. “Kalau keputusannya sudah tetap, nanti PR kami di sini akan segera mengabarkan kepada Anda,” kata Wade.

    DEDDY SINAGA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.