Samsung PL 90, Kamera Dengan Konektor USB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • letsgodigital.org

    letsgodigital.org

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Samsung Electronics baru saja mengeluarkan kamera digital PL 90 dengan konektor USB built-in dan fasilitas plug and play. Dengan fitur baru ini memungkinkan konten dibagi dengan mudah dan cepat.

    Kamera PL 90 1,2 megapiksel dengan fitur baru ini memungkin konsumen mengambil gambar dan terhubung dengan komputer tanpa tambahan penghubung kabel. Fasilitas plug and play dan piranti lunak intelli-studio terinstal secara otomatis membuat akses cepat.

    Kamera ini juga mempunyai keleluasaan bagi pengguna untuk mengisi ulang batere tanpa tambahan colokan kabel.

    President of Samsung Digital Imaging Division Sangjin Park mengatakan fitur baru ini mempermudah konsumen memotret dengan kamera. “Kamera ini mempermudah konsumen berbagi foto secara instan bahkan dalam keadaan bergerak,” ujar Park dalam siaran persnya.

    Park menjelaskan kamera ini mempunyai fitur baru Samsung Smart auto untuk foto dan film. Fitur ini memungkinkan pengguna mengambil gambar dalam kondisi apapun seperti siang hari atau malam.

    Fungsi fitur ini akan mengatur mode kamera secara otomatis dengan lingkungan gambar. Pengguna tinggal mengaktifkan tombol capture untuk memastikan pengambilan gambarnya.

    Fitur lainnya yakni Samsung Perfect portrait system. Fitur ini mempunyai beberapa mode untuk pengambilan foto yang lebih baik. Demikian juga dengan fitur Self portrait dan face detection untuk menangkap objek pemotretan. Fitur lain yang dibenamkan yakni beauty shot untuk pengaturan cahaya dan warna wajah. Selain itu juga fitur smile and blink detection untuk mendeteksi senyum dan mata saat difoto.

    PL 90 juga mempunyai fitur Smart Album untuk menemukan gambar secara cepat dari konten pada kamera berdasar tanggal, waktu dan warna.

    Dian Yuliastuti


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.