Mig33 Genjot Pendapatan dari Internasional VoIP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mig33

    Mig33

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Komunitas Mobile Mig33 akan menggenjot pendapatan dari layanan telepon internet atau yang dikenal sebagai Voice over Internet Protocol (VoIP), terutama untuk menelpon ke luar atau ke Indonesia.

    VoIP menjadi salah satu andalan dari Mig33 untuk memuaskan penggunanya berkomunikasi dari jaringan internetnya. Saat ini pengguna terbesar untuk lalu lintas berkomunikasi dengan VoIP ini terbesar dari negara Oman.

    Country Manager mig33 Indonesia Kiki Rizki mengatakan mereka menargetkan peningkatan komunikasi VoIP dari Indonesia. "Kami juga ingin seperti Oman, apalagi kalau dilihat pengguna dan potensi di Indonesia," ujar Kiki.

    Kiki mengatakan layanan VoIP mig33 dapat dilakukan dari dan ke beberapa negara asia seperti Hongkong, Singapura, Brunei, Turki, Oman, Syria, India dan Bangladesh. Baru-baru ini mereka menawarkan promosi menelpon dalam rangka menyambut kemerdeakaan ke Malaysia, Singapura, India dan Indonesia. Mereka juga menawarkan promosi untuk lebaran nanti dan mendapatkan cash back guaranteed ke negara tertentu selama lebaran (H-3 dan H+3).

    Untuk menelpon lokal, kata Kiki, memang masih belum bisa bersaing dengan operator lokal. Namun Kiki mengklaim biaya menelpon internasional VoIP mig33 cukup kompetitif dibanding operator lokal. "Yang lokal lupakan dulu, tapi internasional kami bersaing," ujar Kiki.

    Dia juga menjelaskan potensi di Indonesia cukup besar apalagi mengingat banyak warga Indonesia bekerja di luar negeri dan membutuhkan komunikasi dengan keluarganya.

    Dia lantas menjelaskan cara menelpon dengan mig33 dengan menggunakan migCredit. Bisa langsung dilakukan dari ponsel atau menggunakan SMS callback dan SMS Throwback. Dengan SMS Callback, pengguna mig33 dapat mengggunakan nomor telepon yang sedang digunakan. Sedangkan SMS Throwback memungkinkan pengguna mig33 menentukan nomor lain yang akan digunakan.

    Dian Yuliastuti


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.