Kontak Dengan Alien? Pikir Ulang!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc

    sxc

    TEMPO Interaktif, California -Ilmuwan mengkaji baik buruk dampak upaya menghubungi alien di Konvensi Komite Pencarian Mahluk Luar Angkasa atau SETI di Santa Clara, California, Amerika Serikat. Konvensi ini digelar setelah astrofisika ternama, Stephen Hawking menyarankan ilmuwan menyatakan alien bisa membahayakan kehidupan di bumi.

    Ilmuwan 68 tahun itu mengatakan peradaban yang ingin dikontak manusia itu pasti lebih tua dan maju ketimbang manusia. Sehingga memiliki kemampuan menghapus peradaban kita dan menguasai bumi. Dia menyarankan astronom untuk menghentikan segala aktivitas mengontak mahluk asing.

    "Secara pribadi, saya setuju dengan Hawking, lebih baik tidak usah mengirim sinyal," kata John Billingham, mantan Ketua SETI di konvensi. Menurutnya, mendengar sinyal dari luar angkasa merupakan tindakan aman, tapi tidak dengan upaya mengirim sinyal.

    Pengarang fiksi ilmiah asal Kanada, Robert Sawyer, meminta ilmuwan membuat konsensus internasional tentang hal ini. "Jangan membuat keputusan sepihak dan arogan," katanya.

    Namun astronom senior SETI Seth Shostak mengatakan pembahasan ini tidak produktif dan naif. Sebab, dia melanjutkan, Bumi telah mengirimkan sinyal sejak puluhan tahun lalu, sejak adanya siaran radio dan televisi. "Peradaban yang disebut bisa mengancam itu bisa dengan mudah melacak keberadaan kita di sini," ujarnya.

    Kalau pun alien ada, katanya, butuh waktu dan energi besar untuk mencapai Bumi. "Seperti membeli buku di situs Amazon, tapi bayar 60 ribu dolar untuk ongkos kirim," kata Shostak.

    SPACE | REZA M

    BERITA TERPOPULER LAINNYA:

    Meteor Biru Bentuk Lafadz Allah Jatuh di Cirebon

    Kenapa Masa Jabatan Presiden Perlu Dibatasi?

    MUI: Yang Menentukan Kafir Itu Allah, Bukan Orang

    Induk Umat Manusia Hidup 200 Ribu Tahun Lalu

    NU-Muhammadiyah Sepakat Koruptor itu Kafir

    Teori Lubang Hitam Diragukan Setelah Penemuan Gugusan Mega Bintang


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?