Diaspora, Pesaing Baru Facebook

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung menggunakan layanan Facebook secara gratis di Karebosi Link, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/2).   TEMPO/Fahmi Ali

    Sejumlah pengunjung menggunakan layanan Facebook secara gratis di Karebosi Link, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/2). TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Diaspora, sebuah situs jejaring alternatif akan hadir dan terang-terangan menantang Facebook. Situs ini akan diluncurkan pada 15 September mendatang.

    Diaspora diklaim memiliki keunggulan dalam hal pengendalian informasi pribadi atau privasi penggunanya. Ini adalah salah satu kelemahan yang dimiliki Facebook dan sempat ramai diperbincangkan sekitar Juli lalu.

    Ketika itu sejumlah pengguna situs buatan Mark Zuckerberg mengeluhkan data pribadi mereka yang terekspose ke publik dan digunakan untuk berbagai jenis penawaran, seperti kartu kredit, asuransi dan wisata. Padahal para pengguna mengaku tidak pernah memberikan informasi pribadinya kepada siapapun.

    Diaspora merupakan jejaring sosial yang dibuat oleh empat mahasiswa asal New York. Awalnya, Ilya, Raphael, Maxwell dan Daniel, keempat mahasiswa itu berharap bisa mendapatkan uang sekitar US$ 10.000 untuk membiayai pembuatan situs tersebut.

    Kampanye penggalangan dana itu pun dipublikasi dan mendapat sambutan baik hingga mendapatkan uang sebesar US$ 200.642 dari hampir 6.500 investor -termasuk, CEO Facebook Mark Zuckerberg.

    Menurut mereka, diaspora akan menjadi open-source baru bagi mereka yang ingin meninggalkan 'rumah' lamanya (Facebook).

    Thinq|Rini K


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.