Amazon Lirik Layanan Web TV Berlangganan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO Interaktif, Toko online, Amazon.com tengah mendekati perusahaan media untuk menggarap layanan berlangganan televisi dan film melalui internet. Mereka berusaha untuk memberikan pengguna akses ini secara tak berbatas untuk beberapa acara.

    Amazon.com yang berbasis di Seattle ini telah mendekati perusahaan media termasuk Time Warner Inc, CBS Corp dan Viacom Inc. Upaya Amazon ini tak lepas untuk menyaingi Netflix inc.

    Menurut sumber yang telah melakukan negosiasi ini belum jelas apakah perusahaan media akan menyetujui proposal tersebut. Menurut dia, pembicaraan antara Amazon dan perusahaan media tersebut masih pada tahap awal.

    Website Amazon saat ini sudah dilengkapi dengan berbagai acara TV dan film pada bagian video-on-demand-nya. Mereka menjual secara masing-masing mulai dengan harga US$1,99 atau sekitar Rp 18 ribu. Nantinya, layanan Amazon ini akan sama dengan layanan streaming Netflix online yang juga membuka persewaan DVD.

    Sementara itu, Apple Inc juga tak mau ketinggalan. Apple kemungkinan akan memperkenalkan versi terbaru dari produk Apple TV. Layanan baru ini diharapkan untuk menawarkan acara TV untuk disewa dengan harga mulai 99 sen atau sekitar Rp 9.000. Bloomberg mengatakan layanan baru akan menanmpilkan fitur layanan online Netflix's. Namun, Netflix menolak berkomentar.

    Google Inc juga tak kalah gencar. Mereka juga mengincar film TV atau layanan berlangganan untuk situs YouTube-nya.

    Menurut Adam lembaga riset media, Tahun lalu, penjualan online dan streaming film di Amerika Serikat menghasilkan sebesar US$ 300 juta atau Rp 2,7 miliar dan US$ 340 juta atau Rp 3 miliar untuk acara TV.

    REUTERS I MARIA I PGR






     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?