Gantibaju.com, Wadah Kontes Desain Kaos

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • gantibaju.com (Dimas|Tempo)

    gantibaju.com (Dimas|Tempo)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Toko kaos online mungkin sudah biasa. Coba saja ketik "toko kaos online" lewat mesin pencari internet, maka Anda akan menemukan ratusan, bahkan ribuan toko kaos yang melayani pembelian secara online. Toko-toko itu terserak di Jakarta, Bandung dan di banyak kota lain. Tapi, toko online yang desain kaosnya berasal dari para penggunanya sendiri, itu yang agak tidak biasa.

    Seperti Gantibaju.com (http://gantibaju.com) ini, sebuah toko kaos online yang berbeda dari yang biasa. Pengelola toko ini membebaskan kepada para penggunanya untuk mendesain dan menentukan kaos mana yang akan dibuat dan dijual. Jadi selain toko online, Gantibaju.com menjadi wadah kontes mendesain kaos. Lima desain yang terbanyak di-vote penggemar akan menjadi pemenangnya.

    Selain desainnya dicetak dan dijual, pemenang akan mendapat uang tunai plus royalti dari penjualan kaos tersebut. Desainer yang pernah menang terkadang diminta menjadi juri atau pembicara di acara yang diadakan Gantibaju.com. "Mereka bahkan mendapat beasiswa khusus dan penghargaan khusus," kata Anang Pradipta, salah satu pemilik Gantibaju.com kepada iTempo, beberapa waktu lalu.

    Ide membuat Gantibaju.com awalnya diiinspirasi dari Threadless.com (http://www.threadless.com), situs sejenis dari luar negeri. Anang mengaku, para pendiri Gantibaju.com adalah sekumpulan orang yang senang dengan desain kaos yang bagus, tapi tidak bisa mendesain sendiri. "Maka konsep threadless.com sangat menarik buat kami," ujar pria 27 tahun kelahiran Semarang ini. "Intinya, kami ingin menggunakan kaos yang bagus dan kental nuansa indonesianya."

    Selain menjaring desain baju yang menarik dan unik, pihaknya ingin memberikan apresiasi lebih kepada para desainer di Indonesia. "Kaos hanya media pertama. Kami juga akan menjaring desainer diluar kaos," kata suami dari Aulia Halimatussadiah, pemilik kutukutubuku.com., ini.

    Anang, bersama Aria Rajasa dan Setyagus Sucipto pendiri Gantibaju.com, juga ingin membuka mata anak muda yang masih merasa produk dalam negeri itu kampungan. Padahal, produk lokal pun bisa sama keren dengan produk luar negeri yang di jual di Indonesia. "Agak sakit hati melihat anak muda pada kepincut dengan brand luar yang juga diproduksi di Indonesia," katanya.

    Toko online ini mulai dipublish dalam versi beta pada November 2008. Versi resminya baru diluncurkan 14 Februari 2009, yang lalu ditetapkan sebagai hari jadi Gantibaju.com. Selain toko online, Gantibaju.com juga membuka toko offline di dua tempat, yakni Bandung dan Jakarta (toko Mazee, fX Lifestyle X'enter).

    Setelah 1,5 tahun dirilis, member Gantibaju.com kini hampir menyentuh 10 ribu orang. Meski kebanyakan desainer, anggotanya juga banyak yang berasal dari kalangan konsumen, yang mulai aktif membangun komunitas di situs ini. Untuk menjadi anggota juga tak dikenai biaya alias gratis. "Yang diperlukan hanya kontribusinya, baik dari segi pilih desain, submit desain atau mengomentarinya," ujar Anang.

    Portal ini memang memungkinkan komunikasi dua arah antara konsumen dan desainer, sesuai konsep web 2.0. "Seru melihat konsumen mengajukan keinginannya mengenai sebuah desain, dan desainer mengerjakannya. Ada efek kolaborasi." Inilah yang membedakannya dengan Threadless.com.

    Disamping akan mengembangkannya untuk desain-desain lain, pihaknya tengah merancang beberapa fitur baru. Misalnya sistem redeem bagi desainer, dimana mereka nantinya bisa mengambil royalti otomatis kapanpun, karena langsung ditransfer ke bank. Saat ini, royalti masih melalui pengelola. Fitur voting juga akan diperbanyak aspeknya.

    Beberapa fitur baru untuk forum juga dikembangkan. Para member yang aktif di forum dipertimbangkan untuk diberi hadiah atau kaos gratisan. Fitur untuk memanjakan pembeli dan desainer juga tengah dirancang, dimana pengguna akan berlomba melakukan berbagai hal di Gantibaju.com. "Tapi semua itu baru ada di engine baru yang sedang dirancang," katanya.

    Pada platform anyar nantinya, benefit akan dibagi menjadi 2 besar. Bagi desainer, akan lebih banyak di program kegiatan offlinenya. Sementara aktivitas di situsnya, akan dibuat lebih menarik bagi konsumen.

    DIMAS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.