Penyakit Akan Bermigrasi Saat Lebaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik berebut memasuki gerbong kereta Kertajaya tambahan tujuan Surabaya di Stasiun Senen, Jakarta, (4/9). PT Kereta Api menyiapkan 28 kereta tambahan selama musim Lebaran ini sementara jumlah gerbong per rangkaian pun ditambah dari delapan menjadi 12 unit. ANTARA/Fanny Octavianus

    Pemudik berebut memasuki gerbong kereta Kertajaya tambahan tujuan Surabaya di Stasiun Senen, Jakarta, (4/9). PT Kereta Api menyiapkan 28 kereta tambahan selama musim Lebaran ini sementara jumlah gerbong per rangkaian pun ditambah dari delapan menjadi 12 unit. ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO Interaktif, Surabaya - Dinas Kesehatan Jawa Timur minta masyarakat mewaspadai berbagai penyakit yang saat Lebaran dicurigai ikut melakukan mudik dari satu daerah ke daerah lainnya.

    "Masyarakat berperan aktif sebagai carrier atau pembawa penyakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Pawik Supriyadi, Rabu (8/9). Menurut dia, jika seseorang sedang sakit menular akan terbawa kemanapun mereka pergi.

    Pawik berharap masyarakat mewaspadai beberapa penyakit menular yang biasanya ikut mudik. Antara lain ispa (inspeksi saluran pernafasan atas), diare, demam berdarah, malaria, TBC, dan HIV/AIDS.

    Untuk membantu kesiapan Lebaran, Dinas Kesehatan menyiapkan 199 rumah sakit milik pemerintah dan swasta, 482 Puskesmas serta 200 posko kesehatan yang buka 24 jam. Seluruh petugas Puskesmas telah dilatih menghadapi kondisi darurat.

    FATKHURROHMAN TAUFIK


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.