Windows Masih Jadi Target Utama Virus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produk sistem operasi Windows 7 dalam acara roadshow di Yogyakarta, Jumat (5/2). Microsoft menilai kota Yogyakarta merupakan salah satu pasar potensial karena banyaknya pelajar dan mahasiswa yang belajar di kota ini. TEMPO/Arif Wibowo

    Produk sistem operasi Windows 7 dalam acara roadshow di Yogyakarta, Jumat (5/2). Microsoft menilai kota Yogyakarta merupakan salah satu pasar potensial karena banyaknya pelajar dan mahasiswa yang belajar di kota ini. TEMPO/Arif Wibowo

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sistem operasi Windows masih menjadi target serangan virus yang paling sering pada bulan Agustus. Demikian hasil evaluasi pendeteksian virus dan program jahat untuk bulan Agustus yang dilakukan oleh perusahaan solusi keamanan komputer, Kaspersky Lab.

    Pada bulan lalu, titik paling rentan dalam sistem operasi Windows yang paling banyak diserang adalah kerentanan yang bernama CVE-2010-2568. Di sini Worm.Win32.Stuxnet merajalela. Worm ini adalah program jahat yang menyerang jaringan dan sangat populer pada bulan Juli.

    Lalu kerentanan itu juga dimanfaatkan oleh virus Win32.Sality.ag. Ini adalah program Trojan-Dropper yang menginstal varian terbaru dari virus Sality.

    Pada 2 Agustus lalu Microsoft sudah merilis MS10-046, sebuah patch yang diciptakan untuk menambal bolong CVE-2010-2568. Ini adalah pembaruan keamanan tingkat “kritis” sehingga setiap pengguna Windows mesti mengunduhnya. 

    Kerentanan CVE-2010-2568 terjadi di Windows LNK dan pintasan PIF. Selain itu, worm dan program jahat juga menyebar melalui perangkat USB yang terinfeksi. Bila terinfeksi, sebuah pintasan akan muncul dan menyebabkan Windows Shell akan mengunduh berkas DLL dari luar.

    Berkas ini sesungguhnya program jahat. Bila diklik, maka ia akan langsung menyebar di dalam jaringan lokal dan menginfeksi komputer lain.

    Eksploitasi CVE-2010-2568 tadi, menurut keterangan Kaspersky, memang paling sering ditemukan di Rusia, India, dan Brazil. Namun, bukan tak mungkin terjadi juga di sekitar Anda atau mungkin di komputer Anda sendiri. Waspadalah.

    DEDDY SINAGA

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?