Hawking: Tuhan Mungkin Ada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stephen Hawking. AP/ Evan Agostini

    Stephen Hawking. AP/ Evan Agostini

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Teologi atau ilmu Ketuhanan tidak diperlukan untuk menjelaskan terciptanya alam semesta. Ilmu pengetahuan bisa membuktikan alam semesta tercipta tanpa campur tangan Tuhan.

    "Tuhan mungkin ada, tapi ilmu pengetahuan bisa menjelaskan alam semesta tanpa melibatkan penciptanya," kata fisikawan Inggris Stephen Hawking dalam acara Larry King Live yang disiarkan Jumat malam lalu waktu Amerika Serikat.

    Hawking, 68 tahun, mengatakan dalam bukunya "The Grand Design" bahwa alam tercipta dengan sendiri secara alamiah dan spontan. "Gravitasi dan teori kuantum menjelaskan alam semesta tercipta secara spontan," kata Hawking.

    Larry King sempat bertanya kepada Hawking mengapa orang-orang bereaksi keras terhadap bukunya, Hawking menjawab, ilmu pengetahuan menjawab pertanyaan yang biasanya wilayah agama. "Ilmu pengetahuan bisa menjelaskan dengan lengkap, teologi tidak dibutuhkan," ujar Hawking.

    Dalam bukunya yang baru, Hawaking mengatakan mencoba untuk memberikan penjelasan menyeluruh bagaimana alam semesta bekerja dan tempat kita tinggal. Hawking mengatakan ide dari semua ini adalah teori-M, yang membuktikan alam semesta dapat tercipta dengan sendirinya tanpa perlu campur tangan Tuhan.

    Hawking menderita penyakit ALS atau amyotrphic lateral sclerosis, yang memaksa dia duduk di kursi roda dia juga harus berbicara dengan sinkronisasi komputer. Penyakit ini sering disebut Lou Gehrig di Amerika Serikat dan motor neuron disease atau MND di Inggris.

    Kepada Larry King, Hawking mengatakan merasa baik-baik saja dengan penyakitnya ini Hawking kemungkinan memiliki sisa waktu untuk hidup antara 2 sampai 5 tahun lagi.

    CNN I PGR



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?